Zonasi Rawan Manipulasi?

Oleh: Rohati 
(Praktisi Pendidikan) 

"Hai Tayo hai Tayo
Bis kecil yang ramah"

Lagu itu sangat terkenal di telinga. Ya, serial kartun anak-anak yang satu ini terkadang menggelitik kisahnya. Pada salah satu episode ya menceritakan bahwa Tayo dan kawan-kawan merasa ada yang mengawasi mereka selama ini. Sehingga apa yang dilakukan harus sesuai dengan perintah Hanna sang montir. Suatua saat mereka melakukan kesalahan sehingga mereka berusaha mencegah Hanna untuk menemui seseorang yang selama ini mengetahui gerak-gerik mereka dari jauh.

Ya. Betapa repotnya Tayo dan kawan-kawan ketika mereka merasa diawasi. Begitupun manusia, jika merasa diawasi akan merasa seperti itu. Namun jika tidak, akan merasa bebas melakukan apapun yang mereka mau.

Seperti halnya yang dilakukan masyarakat saat ini ketika menghadapi zonasi yang mengharuskan mereka dekat dengan sekolah yang akan dituju. Akhirnya melakukan beberapa tindakan memanipulasi data.

Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto akan terus menelusuri kasus dugaan manipulasi administrasi domisili yang terjadi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sistem zonasi tingkat SMA di kota Bogor. (Kompas. Com, 2/07/2019). Miris memang.

Ketika manusia tak lagi merasa diawasi oleh Sang Pencipta maka apapun dilakukan untuk mendapatkan apa yang diinginkan. Tanpa peduli halal dan haram.

Semua itu tak lepas dari sistem kapitalisme dan sekularisme. Manusia merasa ingin mendapatkan sekolah favorit tanpa mempedulikan cara untuk mendapatkannya.

Semestinya manipulasi administrasi tak terjadi jika sistem pendidikan yang ada memang memuaskan. Seluruh sekolah yang ada mempunyai sarana dan prasarana yang memadai, guru yang mumpuni di bidangnya. Sehingga masyarakat tidak ragu menyekolahkan anaknya dimanapun.

Namun demikian, sistem pendidikan yang baik perlu adanya dukungan ekonomi yang baik serta sistem pergaulan yang baik pula. Karena ketika sistem pendidikan sudah baik namun pergaulan remaja yang sekuler tidak akan menghasilkan output yang baik karena siswa tercekoki oleh budaya sekulerisme.

Dengan kata lain kita memerlukan sistem yang memang mencakup segala aspek kehidupan. Sistem yang berasal dari Sang Pencipta. Yaitu sistem Islam.

Sistem Islam adalah sistem yang dibawa oleh Rasulullah. Yang di dalamnya terdapat sistem pendidikan Islam.

Tujuan dari sistem pendidikan Islam adalah membentuk kepribadian Islam. Sehingga tertanam dalam diri siswa pola pikir dan pola sikap Islam. Yang akhirnya siswa akan selalu terikat dengan aturan Islam.

Untuk menunjang pendidikan Islam agar melekat kuat. Keluarga pun dipersiapkan untuk mendidik puta putri secara Islam. Selain itu media pun dikontrol agar tercipta suasana yang kondusif dalam masyarakat sesuai dengan aturan Islam. Wallahu a'lam.

Posting Komentar

0 Komentar