Upaya Monsterisasi Ajaran Islam untuk Mencegah Kebangkitan Islam





Oleh : Dra. Mardhiyyah 


Penangkapan teroris kembali terjadi ,kali ini di Ponorogo dan Magetan Jatim , sebagaimana dilansir oleh media online http://radarmadiun.co.id/penangkapan-terduga-teroris-di-pohijo-sampung-ponorogo/. PONOROGO – Seorang teduga teroris dilumpuhkan di perbatasan Ponorogo-Wonogiri, Minggu (30/6). Terduga berinisial BT itu disergap petugas saat melintasi jalan alternatif di Desa Pohijo, Kecamatan Sampung.
Dan juga di.magetan , dilansir dalam
https://beritajatim.com/hukum-kriminal/densus-88-tangkap-terduga-teroris-di-magetan/

Magetan (beritajatim.com) – Selang tiga hari penangkapan terduga teroris berinisial BT di jalanan Desa Pohijo Kecamatan Sampung Ponorogo, Tim Densus 88 anti teror kembali menangkap terduga teroris berinisial SA (51) di wilayah Magetan. Tepatnya di Desa Candirejo, Kecamatan/Kabupaten Magetan, Rabu (3/7/2019). Memahami makna kata teroris sebagaimana disebutkan dalam Wikipedia teroris artinya suatu kondisi takut yang nyata, perasaan luar biasa akan bahaya yang mungkin terjadi. Keadaan ini sering ditandai dengan kebingungan atas tindakan yang harus dilakukan selanjutnya.

Adapun terorisme adalah ; serangan-serangan terkoordinasi untuk menciptakan teror. (Wikipedia). Adapun menurut KBBI ( kamus besar bahasa Indonesia)teroris adalah orang yang menggunakan kekerasan untuk menimbulkan rasa takut, biasanya untuk tujuan politik
contoh: 'gerombolan teroris telah mengganas dengan membakar rumah penduduk dan merampas hasil panen. Jadi bisa disimpulkan teroris adalah orang yang melakukan adegan / agenda kekerasan yang menakut nakuti dan membuat takut orang lain / massa banyak.

Sementara kalau kita melihat dari pengakuan warga setempat di rumah tinggal tertuduh teroris , orang yang dituduh teroris orangnya baik baik saja , seperti dilansir oleh berita Jatim.
Senin, 1 Juli 2019, 09:20 WIB (beritajatim.com) -"Oleh petugas saya disuruh melihat penggeledahan dan mengambil beberapa dokumen,” kata Ketua RT lokal Zainudin, Senin (7/1/2019) pagi.Pria 48 tahun masih belum bisa percaya adanya penangkapan ,Pasalnya BT selama ini interaksi sosial dengan masyarakat di perumahan Grisimai disetujui bagus. Dalam kegiatan keagamaan BT juga aktif, pernah menjadi imam salat dan mengisi kultum di masjid dekat. “Ada kegiatan masyarakat seperti kerja bakti dan arisan, yang diminta juga ikut,” katanya.

Menurutnya tidak ada kegiatan yang diambil dari BT selama kurang lebih 3 tahun mengontrak rumah di perumahan Grisimai. “Selama ini warga belum bercerita tentang perselisihan dengan Pak BT. Jadi gak nyangka aja dia ditangkap terkait terorisme, ”pungkasnya. Kalau kita melihat fakta terduga teroris dan kita kaitkan dengan definisi teror dan teroris , menunjukkan bahwa pribadi terduga teroris tidak memiliki perawakan teroris sebagaimana yang disebutkan dalam Wikipedia maupun kamus besar bahasa Indonesia . Sehingga ketua RT nya seakan tidak percaya bahwa orang itu teroris .

Lantas kenapa ada penangkapan terhadap dirinya yang diduga teroris? Inilah yang akan kita bahas disini .Kampanye menentang terorisme yang diinisiasi oleh Amerika Serikat sejak 2001.(Wikipedia ) .Perang melawan terorisme memang sudah menjadi agenda AS, terlebih lebih pada masa kepemimpinan Donald Trump, yaitu agenda Global War on Terrorism( GWOT)Trump memang menjanjikan bahwa diantara bagian program utamanya adalah : Meningkatkan upaya memerangi terorisme .Trump juga lebih memperjelas target GWOT adalah gerakan Islam ( Washingtonpos.com,22/05/2017). Trump secara tegas melalui Twitter menyatakan tentang adanya ancaman nyata dari radikal Islamic terrorism, karena itu menurut dia ,perlu aksi cepat untuk menghadapinya .

Lantas siapa yang disebut radikal ? Radikal atau bisa juga disebut dengan fanatik lebih disematkan kepada orang yang berpegang teguh kepada ajaran Islam .Penanaman makna negatif terhadap istilah radikal adalah pada tahun 2011 ,kepala badan Nasional penanggulangan teroris (BNPT) Saut Usman Nasution menyatakan terdapat 19 pondok pesantren yang ter

Penangkapan Terduga Teroris
di Pohijo, Sampung, Ponorogo. Seorang teduga teroris dilumpuhkan di perbatasan Ponorogo-Wonogiri, Minggu (30/6). Terduga berinisial BT itu disergap petugas saat melintasi jalan. Indikasi mengajarkan doktri bermuatan radikalisme ( https://www.cnnindonesia.com/nasional/2016020320-20-108711/bnpt-19-penastren-terindikasi-ajarkan-radikalisme. Dari sini maka yang disebut teroris oleh mereka Adalah orang yang mengajarkan dan menerapkan dengan teguh ajaran Islam secara kaffah .

Sejatinya perang melawan terorisme adalah perang melawan Islam , dengan maksud dan tujuannya adalah mencegah kebangkitan Islam dengan cara menjadikan islamphobia pada diri ummat Islam , ummat Islam takut dengan ajaran Islam sendiri , bahkan mereka akan menkriminalisasikan ajaran Islam seperti ajaran jihad , khilafah , dan selanjutnya umat Islam enggan untuk berjuang mengembalikan kejayaan Islam dengan tegaknya khilafah .

Perang peradaban antara Islam dan Kapitalisme merupakan sebuah keniscayaan yang mesti terjadi , ini sebagaimana diramalkan oleh Huntington dalam bukunya ,The clash of Civilization and The Remaking of World Order(1996).pasca runtuhnya ideologi komunisme Uni Soviet,Islam menjadi satu-satunya ancaman bagi AS dan sekutunya dalam mewujudkan ideologi kapitalisme ya.untuk itulah AS berupaya menghadang kebangkita Islam. dimana kebangkitan Islam itu sendiri akan ditandai dengan tegaknya keKhilafahan Islam.Hal ini terungkap dalam dokumen-dokumen milik pemerintahan AS, misalnya dalam dokumen mapping Global Future disebutkan dalam National Inteligence counxil (NIC) ketika tahun 2004 sudah mbuat prediksi siatuasi yang akan terjadi pada tahun 2020. 
NIC menilai ,ada empat skenario yang kemungkinan akan terjadi di dunia ,salah satunya adalah berdirinya kembali Khilafah Islamiyah sebagai pemerintahan Islam global .

Kekhawatiran Barat terhadap Khilafah inilah yang melatarbelakangi serangkaian konspirasi ,strategi dan kebijakan politik luar negeri mereka untuk mencegah berdirinya kembali Khilafah.Tentu Barat sadar ,jika khilafah berdiri dan mempersatukan Ummat Islam sedunia dengan segenap potensinya dan kekuatannya yang dimiliki,maka hegemoni dan kepentingan Barat di dunia akan runtuh .

Atas dasar inilah mereka menggencarkan proyek GWOT, yang mana sejatinya hal ini adalah untuk kepentingan negara negara penjajah , sama sekali bukan untuk kepentingan kaum muslim.Namun untuk.menghindari konflik terbuka dengan umat Islam mereka melakukan dua pendekatan .

Pertama : mereka tidak melakukan serangan langsung terhadap Islam, mereka menyamarkannya dengan perang melawan terorisme ,radikalisme , fundamentalisme atau berbagai ungkapan kamuflase lainnya . Pasalnya kalau mereka menyatakan langsung perang terhadap Islam tentu akan memunculkan reaksi dari seluruh umat Islam di dunia .

Kedua : mereka meminjam tangan orang Islam untuk berperang melawan orang Islam lainnya.Dengan cara penguasa negeri diarahkan untuk memerangi rakyatnya sendiri yang muslim dengan dalih melawan Terorisme , radikalisme dan fundamentalisme .

Mereka telah melakukan penyesatan opini di tengah tengah umat Islam .oleh karena itu umat Islam harus menghadapi penyesatan opini ini dengan menjelaskan ajaran Islam yang sebenarnya melalui aktivitas dakwah .menjelaskan kepada umat bahwa khilafah adalah ajaran Islam dan merupakan Rahmat dari Allah SWT.

Juga harus menjelaskan kepada umat bahwa ancaman sesungguhnya bagi negeri-negeri kaum muslim adalah sistem kapitalisme - liberalisme .Terbukti berbagai kerusakan di bidang ekonomi ,hukum, sosial dan politik yang terjadi di negeri-negeri kaum muslim justru bersumber pada penerapan sistem kapitalisme ini .

Dan yang paling penting dilakukan adalah memberikan penyadaran di tengah tengah umat untuk berjuang bersama menegakkan kembalinya syariah Islam kaffah dalam naungan khilafa.Apabila kesadaran ini telah menguat dan meluas maka akan menjadi mimpi buruk bagi AS di negeri kaum muslim . Karena tegaknya khilafah akan menjadi pertanda runtuhnya peradaban kapitalisme liberalisme di dunia  Wallahua'lam Bi ash shawab

Posting Komentar

0 Komentar