Terima kasih Kawan



Oleh: Febria Angraini

       Sungguh malu rasanya mengingat saat-saat Jahiliyah saya yang dulu. Yang mana diri ini dulunya sangat jauh dari Syariat-Nya. Bagaimana tidak, sedari SD saya tidak diberi informasi yang benar tentang sistem pergaulan dalam Islam, cara berpakaian seorang muslimah, keterikatan pada hukum syara', dan lain-lain. Yang mana cara berpakaian saya kala itu ikut-ikutan trend dan mode. Hal ini terus berlansung sampai saya duduk di bangku perkuliahan.
       Alhamdulillah di bangku kuliah saya di pertemukan dengan teman yang sudah duluan ngaji. Dia pun menasehati saya saat saya dilanda berbagai berbagai macam masalah. Nasehatnya itu menentramkan hati saya dan memuaskan akal saya. Sejak saat itu saya tertarik untuk mempelajari Islam. Dia pun mengajak saya untuk ngaji. Dan saya pun menerima tawarannya dengan senang hati.
       Awal-awal ngaji memang begitu berat. Karena banyak sekali benturan yang ternyata melanggar aturan-aturan Islam. Sehingga saya pun berusaha untuk beradaptasi dan mematuhi aturan-aturan tersebut. Semakin hari akidah saya pun semakin kuat. Hingga sampailah pada puncak hijrah saya, yaitu ketika saya melakukan segala sesuatu semata meraih Ridho-Nya. Tak peduli aral melintang yang menghadang, ketika hal tersebut disukai oleh Allah, maka akan saya lakukan.
        Alhamdulillah seiring berjalannya waktu saya dipertemukan dengan orang-orang hebat yang senantiasa memberikan wawasan dan Ilmu yang baru. Sehingga sedikit banyaknya saya bisa belajar dari mereka. Semoga kita tetap istiqomah di jalan-Nya. Dan semoga ukhwah ini akan terus langgeng hingga kita dipertemukan lagi di surga-Nya. Aamiin.

Posting Komentar

0 Komentar