Pelangi LGBT Merusak Generasi



Oleh : Sri Gita Wahyuti
Ibu Rumah tangga



Pelangi-pelangi
Alangkah indahmu
Merah kuning hijau di langit yang biru
Pelukismu agung
Siapa gerangan 
Pelangi-pelangi ciptaan Tuhan.

Lirik lagu anak-anak karya A.T. Mahmud yang ditulis di era Ade Irma Suryani ini, masih kerap kita dengar menghiasi mulut-mulut manis anak-anak zaman now.

Namun, pernahkah anda membayangkan bahwa saat ini, pelangi bukanlah "mejikuhibiniu" menghiasi langit selepas diguyur hujan, melainkan dia adalah lambang bagi para pecinta sesama jenis sebagaimana Kaum Sodom di masa Nabi Luth?  

Bisa dipastikan jawaban anda sama dengan jawaban saya yaitu tidak pernah. Sangat menjijikkan jika kita harus menyamakan keindahan pelangi ciptaan Allah menjadi gambaran hubungan sexual sesama jenis baik laki-laki dengan laki-laki maupun perempuan dengan perempuan.

Perilaku Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) membahayakan kesehatan. Perilaku ini menyebabkan kanker anal/dubur, kanker mulut dan
meningitis.
   
Selain itu, berdasarkan penemuan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) pada tahun 2007-2015, dari 178 kasus HIV/AIDS yang ditemukan di Bandung Barat hampir 50% berasal dari LGBT.
 
Perilaku LGBT juga menyebabkan meningkatnya pelecehan seksual di mana-mana bahkan hingga menimpa anak-anak.

LGBT Menyalahi Fitrah Manusia

Allah SWT sebagai Pencipta alam semesta, Maha Tahu atas apa yang baik dan buruk bagi manusia. Segala hukum dan aturan yang Allah turunkan melalui Alquran dan Assunnah mustahil bertentangan dengan fitrah manusia. Fitrah adalah sifat dasar yang ada dalam diri manusia sejak awal penciptaannya. Dia menciptakan laki-laki dan perempuan dan menjadikannya berpasang-pasangan sebagaimana firman Allah dalam Alquran surat an-Najm: 45,

"Dan sesungguhnya, Dialah yang menciptakan pasangan, laki-laki dan perempuan."

Ayat ini menjelaskan bahwa Allah SWT menciptakan laki-laki dan perempuan berpasangan. Laki -laki cenderung kepada perempuan dan sebaliknya perempuan cenderung kepada laki-laki bukan kepada sesama jenis. 

Allah SWT telah memberikan aturan yang jelas bagaimana seharusnya manusia memenuhi naluri seksualnya yaitu melalui pernikahan antara laki-laki dan perempuan. Semua ini dalam rangka melestarikan jenis. Itulah fitrah manusia. 

Jika laki-laki mendatangi laki-laki dan perempuan mendatangi perempuan maka kelestarian jenis manusia lambat laun akan mengalami kepunahan. Karena pasangan homoseksual atau lesbian tidak mungkin akan melahirkan keturunan. 

Homoseksual Adalah Dosa Besar.

Rasulullah Saw pernah bersabda : "Allah melaknat siapa saja yang mengamalkan perbuatan kaum Luth, Allah melaknat siapa saja yang mengamalkan perbuatan kaum Luth, Allah melaknat siapa saja yang melakukan perbuatan kaum Luth." (H.R. Ahmad, Ibnu Hibban)

Hadits tersebut merupakan kecaman dari Rasulullah kepada orang yang melakukan perbuatan kaum Nabi Luth yaitu perbuatan liwath. Kata laknat mengandung makna begitu tercelanya perbuatan homoseksual seperti yang dilakukan kaum Nabi Luth yaitu laki-laki mendatangi laki-laki lain pada duburnya.

Dalam ilmu ushul fikih kata laknat merupakan indikasi keharaman perbuatan tersebut. 
Oleh karena itu, hubungan seks sesama jenis merupakan tindakan kriminal yang harus dikenai sanksi agar perilaku ini tidak menyebar dan menimbulkan dampak yang lebih luas.

Islam mewajibkan kita membina keimanan dan ketakwaan. Karena keimanan inilah yang akan menjadi kendali diri dan benteng penghalang agar kaum muslimin tidak terjerumus pada perilaku LGBT. Islam memerintahkan agar kaum muslimin menguatkan identitasnya sebagai laki-laki dan perempuan. Islam juga melarang laki-laki bergaya menyerupai perempuan dan melarang perempuan bergaya menyerupai laki-laki.

Islam juga memerintahkan agar anak dididik memahami jenis kelaminnya beserta hukum-hukum terkait dan sejak dini memerintahkan agar anak dipisahkan tempat tidurnya sehingga tidak bercampur. 

Lebih jauh diperlukan peran negara untuk menghilangkan rangsangan seksual seperti pornografi, pornoaksi dan berbagai jenis tayangan yang menampilkan perilaku LGBT di media masa. Juga dalam menetapkan aturan yang bersifat kuratif dengan cara menghilangkan homoseksual dan memutus siklusnya dari masyarakat dengan menerapkan hukuman mati bagi pelaku sodomi.

Dari penuturan di atas bisa disimpulkan bahwa perilaku LGBT termasuk perbuatan tercela juga termasuk perbuatan haram yang harus dijauhi. LGBT juga akan menyebabkan kerusakan generasi bahkan sampai tingkat kepunahan. Untuk itu perilaku LGBT harus dilarang.

Harus difahami bahwa hanya khilafahlah satu-satunya negara yang sanggup menghapus perilaku LGBT hingga ke akar- akarnya karena hanya negara yang bersistem Islamlah yang menerapkan hukum- hukum Islam secara kaffah. 

Wallahu a'lam bi ash-shawab

Posting Komentar

0 Komentar