Negeri Sekuler Kembangkan Virus Merah Jambu



Oleh : Diajeng Tiara (Aktivis Remaja Serdang Bedagai) 


Tak jauh dari permasalahan negeri , permasalahan yang kini terjadi adalah tentang prilaku remaja-remaja yang menggebu-gebu (kemunduran tata pergaulan di dalam diri remaja)


Permasalah semacam ini bukanlah permasalahan baru bagi diri kita, artinya permasalahan seperti ini menjadi hal yang hampir lazim kita dengar dan kita dapatkan berita-berita buruk dari virus merah jambu atau virus cinta sebelum ikatan  pernikahan.


Sebab akibat dari virus merah jambu tersebut adalah:

1. Hamil diluar nikah

Dampak ini adalah dampak besar yang kita temui, namun peristiwa semacam itu sudah sering terjadi atau lazim terdengar. Terkait remaja sekarang yang gemar pacaran , ibarat mempunyai pacar adalah ajang trend cari jodoh, dimana mereka bisa bermesraan, jalan berduaan, saling memberi untuk merayakan hari jadian dan semacamnya. Terlebih uang yang mereka gunakan bukanlah uang dari hasil kerja mereka, tetapi hasil uang yang diberikan orang tua. Sangat sedih, susah payah orang tua mencari nafkah untuk anak isteri namun disalahgunakan oleh anaknya untuk merayakan hubungan tidak halal tersebut. Seakan terlihat bahwa cinta lebih dari segalanya,  jika cinta sudah menjadi sosok yang membesarkan rasa hasrat mendalam , maka dapat terjadi sesuatu yang melanggar aturan agama. Adapun berita kehamilan diluar nikah : dapat kita lihat dari berita yang baru saja terjadi, yakni anak yang masih sekolah dasar sudah mengalami kehamilan, yang katanya merupakan ulah keluarganya sendiri, dan kemudian anak sd yang menghamili anak SMA, kemudian anak sd dicabuli ayahnya sendiri ,dan perempuan yang dihamili pacaranya,,dll, naudzubillah minzalik.


2. Dosa yang terus mengalir( Dosa Jariyah)

Mudah dilihat sekarang ini ,wanita yang berpacaran sangat memiliki hubungan yang intim,  menyatakan saling menyukai, menyatakan saling mencintai, serta terbuka terhadap pasangan mengenai dirinya sampai hal yang dilakukan suami istri, hal semacam ini merupakan perbuatan yang jelas hukumnya haram, dosa mengalir, saat berpegangan tangan, berpelukan, dll , saling melihat foto wanita yang berpacaran yang tidak menggunakan kerudung(tidak menutup aurat) jelas dosa mengalir, terlebih adalah ia yang merupakan tanggung jawab orang tuanya yang tanpa sadar telah memberikan dosa jariyah kepada Orang tuanya, walaupun orang tua dalam keadaan tidur.


Terkait itu orang tua adalah peran penting atas perkembangan anak, jika orang tua yang paham islam, maka ia katakan dan ditegaskan bahwa pacaran adalah haram hukumnya, namun berbeda dengan yang terjadi sekarang, orang tua tega melepaskan anaknya sesaat untuk pergi berduaan bersama pasangan tidak halal tersebut yang jelas bukan mahramnya, seandainya ibunya tahu bahwa dosa anaknya adalah dosa baginya juga. Karena memberi peluang anaknya berpacaran, sungguh sangatlah merosot dan tidak sesuai syariat Allah, padahal jelas haram hukumnya ,maka wajib bagi kita meninggalkannya.

 Allah berfirman :


“Dan janganlah mendekati zina,,,,,” (TQS.Al-isra 32)


3. Menggugurkan kandungan 

Tindakan Aborsi terjadi karena yang berbuat zina tersebut merasa takut dilihat orang ,ketahuan orang tua dan pasangan yang tak bertanggung jawab. Sungguh miris mau berbuat saja tapi tidak mau bertanggung jawab atas perbuatannya, inilah yang terjadi saat ini. Semua yang terjadi akibat kita  tidak menjadikan islam sebagai dasar berpikir  atau tidak jadikan syariat islam sebagai landasan hidup. Sehingga apa yang kita buat bisa melebih lebihi seekor binatang yang tidak punya akal yang jernih.


Padahal jelas bagi kita muslim, bahwa sebaik-baiknya aturan adalah aturan Allah, tidak ada yang lebih darinya, kita bisa lihat banyaknya kejadian kejadian yang buruk dan merugikan adalah karena kita sedirilah yang tidak mencampurkan agama dalam kehidupan.  Padahal sudah  Allah siapkan Manusia dan aturan aturannya untuk kehidupan. Allah yang memberi kehidupan, kesehatan, kebahagian, kekayaan ,serta nikmat nafas yang kita hirup, kita tidak bisa membayangkan berapa banyak nikmat yang telah dikaruniakan pada hambanya , maka sepatutnya kita bersyukur kepada Allah, latas tidak bisakah kita untuk menghargai sang pencipta kita? Sang pemberi segalanya? Bersyukurlah dengan terus ingat kepada nikmatnya, serta laksanakanlah perintahnya, jauhi larangannya, dan diterapkannya islam dimuka bumi adalah bentuknya.

Posting Komentar

0 Komentar