Negara Maju Hanyalah Asa dalam Sistem Sekular dan Curang



Oleh: Gati Margati

Surat keputusan telah diserahkan oleh ketua KPU (Komite Pemilihan Umum) Arif Budiman kepada pemimpin terpilih, yaitu Jokowi dengan wakilnya, Makruf Amin. Seperti dilansir dalam jakarta.com  - Presiden terpilih 2019– 2024, Joko Widodo (Jokowi), mengungkapkan akan melanjutkan tugas sejarah untuk mengemban amanat yang telah diberikan oleh rakyat sehingga bisa kembali memimpin Indonesia dalam lima tahun ke depan. Dan akan mengemban amanah yang telah diberikan KPU melalui sidang pleno dan kisah panjang keputusan terpilih atas kepercayaan rakyat kepada mereka dengan baik. 
Jokowi menambahkan, ke depan dirinya bersama dengan pasangannya, Wakil Presiden terpilih, KH Ma’ruf Amin, akan mendedikasikan segalanya demi membawa Indonesia mewujudkan apa yang telah dicita-citakan para pendiri bangsa. “Kami berdua akan berjuang sekuat tenaga untuk melanjutkan pondasi yang telah kami bangun bersama Bapak Jusuf Kalla pada periode pertama pemerintahan,” tutur mantan Wali Kota Surakarta itu. Di awal sambutannya, Jokowi mengucapkan rasa syukur karena proses demokrasi di Indonesia berjalan dengan baik. Hal itulah yang disampaikan Jokowi saat memberikan sambutan usai ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai Presiden terpilih lewat rapat pleno di Gedung KPU, Jakarta, Minggu (30/06). Bukan hanya itu jokowi pun berbangga hati karena Indonesia termasuk di antara negara raksasa G20. 
G20 merupakan kelompok 20 ekonom utama yang terdiri dari 19 negara dengan perekonomian besar di dunia ditambah dengan Uni Eropa, menurutnya hal ini yang memungkinkan mampu mengatasi gagalnya perekonomian global termasuk Indonesia. Dengan bangga Jokowi pun menghadiri pertemuan itu seperti dilansir CNN News.com bahwa tahun ini KTT G20 tengah berlangsung di Osaka, Jepang. Presiden Joko Widodo (Jokowi) berangkat ke negeri Sakura, Kamis (27/6) malam untuk bertemu dengan pemimpin negara lain di KTT G20. Dari apa yang telah disampaikan oleh Jokowi, semoga beliau tidak lupa dengan perjuangan selama 5 tahun yang telah diberikan kepada rakyat, tak lebih adalah janji-janji yang tak terlaksana (ingkar janji). Bagaimana akan melanjutkan perjuangan pembangunan negeri sementara anda melupakan janji-janji Anda di periode sebelumnya. Masih ingatkah dengan Nawacita? Ya, Nawacita merupakan program Jokowi-JK pada periode terpilih 2014. Nawacita adalah sembilan program prioritas Jokowi-JK yang disampaikan pada saat mengikuti Pilpres 2014. Pada dokumen visi, misi, dan program kerja Jokowi-JK, Nawacita dijabarkan panjang hingga 5,5 halaman. Apakah hal ini terealisasi secara mutlak? Ada pun poin isi dari nawacita adalah sebagai berikut. 
1) Memperkuat kedaulatan dan jati diri sebagai negara maritim untuk kepentingan nasional.
2) Pembangunan tata kota.
3)Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan.
4) Menolak negara lemah dengan melakukan reformasi sistem dan penegakan hukum yang bebas korupsi, bermartabat, dan tepercaya.
5) Meningkatkan kualitas hidup manusia.
6) Meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional sehingga bangsa Indonesia bisa maju dan bangkit bersama bangsa-bangsa Asia lainnya.
7) Mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik.
8) Melakukan revolusi karakter bangsa melalui kebijakan penataan kembali kurikulum pendidikan nasional dengan mengedepankan aspek pendidikan.
9)Memperteguh kebhinnekaan dan memperkuat restorasi sosial Indonesia melalui kebijakan memperkuat pendidikan kebhinnekaan dan menciptakan ruang-ruang dialog antarwarga. 
Meski program nawacita tersebut diklaim sudah dilaksanakan tapi,  hal itu tak terealisasi dengan benar. Kita melihat apa yang terjadi dari sisi kedaulatan nyatanya pembangunan Indonesia sebagai negeri maritim itu tak tampak hingga saat ini yang ada adalah konflik maritim, di antaranya terjadi penjarahan ikan dan potensi laut oleh pihak asing, klaim wilayah oleh beberapa negara tetangga, sampai sulitnya menjaga keutuhan wilayah, keretakan militer dll. Dari program tata kota seperti tol laut, program sejuta rumah, sumber daya air, mengatasi HAM dan lain lain semuanya hanya isapan jempol semata ,ada pun yang dijalankan dari keseluruhan kurang lebih hanya seperempatnya saja di tiap bidang bahkan ada bidang yang tidak terealisasi sama sekali. Nawacita yang diakui sudah terealisasi jelas-jelas merupakan kebohongan karena faktanya yang ada adalah gagal total. Inilah yang diungkap oleh seorang peneliti dalam nusantara news.com  bahwa Joko Widodo tidak mampu mewujudkan kehadiran kembali negara untuk melindungi bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga negara. Sejumlah peristiwa pelanggaran HAM pun terjadi.
Jokowi tak mampu membuat Pemerintah selalu hadir membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis, dan terpercaya (good governance). Jokowi tak mampu mewujudkan penolakan negara lemah dengan reformasi sistem dan penegakan hukum bebas korupsi,  bermartabat, dan terpercaya. Dalam hal penegakan hukum bebas korupsi, Jokowi gagal di bidang pemberantasan korupsi. Beberapa uraian di atas menunjukkan secara ringkas, berdasarkan program nawacita, empat tahun Jokowi gagal mewujudkannya. Karena itu, tak layak lanjut sebagai Presiden RI ke depan.
Muchtar Effendi Harahap, Ketua Tim Studi NSEAS (NusantaraNews.com), bangganya Indonesia ada dalam KTT G20 merupakan kesalahan besar. Hal itu karena gagalnya perekonomian yang terjadi jauh dari sebelum Jokowi menjabat sebagai presiden, ekonomi neoliberal telah mencengkram Indonesia dan semakin parah lagi saat jokowi terpilih di 2014. Peluang me-neoliberalisasikan ekonomi Indonesia semakin terbuka lebar, seperti dipermudahnya izin kerja sama luar negeri, perjanjian memperpanjang kontrak kerja sama sumber daya negara yang pada akhirnya menghancurkan perekonomian negeri sendiri hingga saat ini.
Dengan kembali terpilihnya jokowi melalui landasan curang yang sangat jelas apakah masih bisa kita berharap negara kita maju? Apa yang terjadi tentu tak lepas dari masalah sistemik kehidupan manusia. Seorang pemimpin harusnya menjaga amanah dan janjinya. Bukan hanya itu, pemimpin juga harus mengayomi dan mengurus rakyatnya. Hal ini tentu hanya asa saja dalam sistem kehidupan yang rusak dibalut kemenangan pemimpin curang. Sistem sekular (memisahkan agama dari kehidupan) menjadikan manusia hanya haus akan kekuasaan,tahta dan harta bahkan mereka berani curang meski hal itu dilarang dalam Islam.  Hingga pada akhirnya mereka mengabaikan amanah. Janji mereka tinggal janji. Kerja mereka tak sungguh hati. Jabatan mereka hanya untuk kepentingan pribadi bukan kepentingan rakyat. Kecurangan yang dilarang mereka labrak. Akhirnya mereka lupa bahwa apa yang mereka lakukan akan dipertanyakan diakhirat kelak. Sekular menjadikan mereka memisahkan agama dari kehidupan, tak hanya itu bahkan memisahkan agama dari kekuasaan dan pemerintahan. Walhasil, sampai kapan pun negara maju dalam sistem sekuler dan curang tak akan pernah terwujud. Hal itu hanyalah asa karena tujuannya adalah dunia bukan terorientasi pada akhirat untuk menyeru ketaatan yang menyeluruh.
Tentu kita berharap pada perubahan hakiki yang akan membawa pada kebaikan bagi kehidupan dunia dan di akhirat. Sebuah sistem kehidupan yang khas telah dicontohkan dan tegak di bumi ini. Rasul SAW sebagai teladan dan nabi terakhir bagi manusia telah mencontohkan bagaimana beliau berjuang menegakan sistem Islam. Bagaimana beliau telah mencontohkan menjadi pemimpin yang bukan sekadar islami tapi taat secara total kepada Islam sepanjang masa hidupnya saat beliau di Makkah hingga diperintahkan hijrah ke Madinah. Di sanalah beliau menegakan sistem pemerintahan Islam dengan menerapkan al-Qur’an dan as-sunnah sebagai UUD pemerintahannya dan  terciptalah kehidupan manusia yang dimuliakan dengannya. Kepemimpinan beliau bahkan mampu menguasi 2/3 wilayah bagian dunia. Mereka melihat dengan jelas bahwa dengan sistem Islam akan dipahami bahwa kepemimpinan adalah amanah yang harus dijalankan hanya karena Allah semata. Seorang pemimpin harus menjalankan tugasnya untuk menjaga, mengurus dan mengayomi rakyatnya baik dari sisi ekonomi, pendidikan, militer, budaya, pergaulan, politik dan semuanya akan terjaga dengan sistem Islam (Khilafah). Saatnya kini kita bangkit kembali pada apa yang Allah janjikan yaitu tegaknya khilafah ala manhaj kenabian dan saatnya kaum muslim bersatu dan bangkit untuk memperjuangkannya hingga sistem yang hanya asa ini dibuang, dan diganti oleh sistem yang baik (khilafah).
Wallahu’alam bi ashshowab

Posting Komentar

0 Komentar