Keluhan Petani Garam


Para petani garam mengeluh. Mereka merasa dirugikan. Pasalnya, pasca panen, harga garam di pasaran anjlok dengan kisaran Rp 300/kg. Pak Toto, seorang petani garam asal desa Rawahurip Cirebon, mengatakan bahwa pihaknya sangat khawatir dengan anjloknya harga garam akan terjadi terus menerus.

Biasanya, harga normal garam seharga Rp1000/kg. Kini, setelah pemerintah mengimpor garam, harga garam lokal anjlok. Padahal, cuaca di Indonesia saat ini sangat cerah, sehingga para petani lebih cepat panen.

Seyogianya, pemerintah memperhatikan stok di dalam negeri ketika akan mengimpor barang, apakah kurang atau mencukupi. Kondisi saat ini, pemerintah melakukan impor sementara petani garam sedang panen. Padahal,dalam Islam, pemerintah tidak hanya memfasilitasi lapangan pekerjaan bagi rakyat, akan tetapi pemerintah wajib mensejahterakan rakyatnya.

Ifa Ummu Hana
Karawang, Jawa Barat

Posting Komentar

0 Komentar