Kaya tapi Miskin



Oleh: Puji Rahayu


Bidang pertanian merupakan bidang yang penting dalam sebuah negara. Hasil pertanian digunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok manusia. Di pedesaan bidang pertanian adalah mata pencaharian yang utama. Banyak masyarakat yang mengantungkan hidup pada sektor ini. Faktor penyebabnya banyak ladang yang luas, jauh dari perkotaan yang biasanya di kota banyak pekerjaan yang dipilih masyarakat.

Menjadi kebanggaan bila Ngawi menjadi penyumbang ekspor tertinggi di Jawa Timur dibidang pertanian hingga Rp 2 trilyun. Jumlah sertifikasi dan nilai ekspor yang hampir sama di bulan Januari 2018 dan 2019 meningkat luar biasa. Total nilai ekspor dari Jatim mencapai Rp 2 trilyun. Terang Kepala Badan Karantina Pertanian, Kementerian Pertanian Ali  Jamil kepada wartawan usai bimbingan Teknis Akselerasi Ekspor Komonitas Pertanian tahun 19 dan Gerakan Agro di Ngawi, Rabu (27/2/2019).

Ekspor Komoditas pertanian itu, kata Ali, berasal 391 jenis komoditas di Jawa Timur. Produk pertanian itu menuju 82 tujuan negara ekspor setiap bulannya. Produk ini antara lain Crude Palm Oil (CPO), kopi, kayu, margarine, mente, cengkeh, lada, pala, dan nilam dengan total nilai 1559. Sementara untuk produk pertanian asal hewan yang menjadi unggulan ekspor Jatim adalah sarang burung walet, susu, bulu bebek dan ular hidup dengan total nilainya hingga akhir Februari sebesar 451,6M tuturnya. (Detik.com, 27/02/2019)

"Bukan lautan hanya kolam susu, kail dan jala cukup menghidupimu. Orang bilang tanah kita tanah surga, kayu dan batu bisa jadi tanaman ..."

Sebagian lirik lagu yang menggambarkan kesuburan dan kemakmuran negeri kita Indonesia. Lebih sempit lagi kota kita Ngawi Ramah. Seakan dunia terbalik saat Ngawi dinyatakan sebagai lumbung pangan dan penyumbang ekspor tertinggi memiliki jumlah penduduk tertinggi kemiskinan di se-eks karisidenan Madiun. (Jatim.bps.go.id, 230/01/19)

Menurut data Badan Pusat Statistik (Sispenas) Jumlah penduduk miskin tahun 2012-2018 dalam ribu (000). Nganjuk di tahun 2017 ada 125,52 ditahun 2018 ada 127,28. Kabupaten Madiun di tahun 2017 ada 83,43 di tahun 2018 ada 77,75. Magetan di tahun 2017 ada 65,87 dan di tahun 2018 ada 64,86. Kota Madiun di tahun 2017 ada 8,79 dan 2018 ada 7,92. Ngawi di tahun 2017 ada 123,76 dan 123,09.

Ngawi sebagai lumbung padi tetapi tingkat kemiskinan  penduduknya masih tinggi. Bila kita belajar ekonomi Islam hal yang berperan dalam ekonomi adalah distribusi. Pendapatan dari hasil ekspor yang melimpah tersebut di atas hanya dinikmati sebagian penduduk di Ngawi saja. Tidak semua masyarakat menikmatinya. Terutama mereka yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin. Seperti halnya tuan tanah yang memiliki banyak tanah maka akan menuai panen hasil yang melimpah. Berbeda halnya petani bermodal kecil apalagi yang membeli lahan dari tuan tanah maka hasilnya akan kembali lagi ke tuan tanah. Bila melihat penduduk sekitar sini banyak petani yang hanya sebagai pekerja di tuan tanah dan akan selalu berpindah ke tempat yang sedang ramai dalam pengerjaan pertanian di sekitar Kabupaten Madiun. Kesenjangan antara tuan tanah (yang punya modal bisa pribumi maupun asing) dengan penduduk bisa teratasi bila ada distribusi baik. 

Distribusi yang merata dalam pertanian dapat dilakukan dengan 2 jalan intensifikasi (peningkatan) dan eksistensifikasi (perluasan). 

Intensifikasi pertanian dapat dilakukan dengan pencarian dan penyebarluasan budidaya terbaru di kalangan petani, membantu pengadaan mesin pertanian, benih unggul, pupuk serta sarana dan prasarana produksi pertanian lainnya. Pemerintah harus menyediakan modal dan melindungi air sebagai irigasi dan tidak boleh di swastanisasi. Karena air, garam dan padang rumput adalah milik bersama dan digunakan sepenuhnya untuk kepentingan rakyat. Tentang kepemilikan  tanah nanti juga akan diatur oleh negara. Barang siapa yang tidak bisa mengerjakan tanah selama 2 tahun lamanya akan diambil oleh negara dan bisa diberikan kepada yang tidak mempunyai tanah. Dalam intensifikasi diperlukan lahan pertanian tanpa harus menambah jumlah area lahan pertanian.

Ekstensifikasi adalah usaha dengan menambahkan lahan pertanian dengan pembukaan lahan-lahan baru, misalnya hutan, menghidupkan sawah mati, jangan membiarkan tanah terbengkalai. Semoga pemerintah mendukung kepentingan rakyat. Politik dalam Islam adalah pengaturan urusan umat dalam segala urusan.

Wallahu’alam bisshowab.

Posting Komentar

0 Komentar