Ilusi Kegemilangan Pendidikan Islam ditangan Asing



Oleh : Sahara ( Aktivis Dakwah Lubuk Pakam)

Pendidikan merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan. Menggali dan menambah wawasan ilmu pengetahuan, yang akan menjadi penentu posisi dan  modal terpenting dalam dunia pekerjaan. Pendidikan juga merupakan tempat pembentukan dan pembinaan karakter seseorang, yang nantinya akan menjadi penentu arah kemajuan masa depan bangsa. Sebab menjadi sebuah bangsa yang maju tentu harus mempunyai kualitas dan kuantitas yang mumpuni dan berdaya saing yang tinggi, tak terlepas pula faktor dari moral bangsa yang memiliki nilai kedisiplinan serta etika yang baik. Tentu hal semacam ini bukan lah menjadi rahasia umum lagi karena memang sudah menjadi persyaratan yang wajib ada dan harus terpenuhi. Maka dari itu sudah menjadi tanggung jawab negara untuk menjaga  kualitas pendidikan dengan peningkatan mutu pendidikan yang lebih baik lagi.

Namun sangat disayangkan peningkatan mutu dan kualitas pendidikan ini ternyata tidak sama rata pemenuhannya. Terutama untuk pendidikan Islam di Indonesia yang kerap kali dipandang sebelah mata. Dan baru baru ini pemerintah mendapatkan dana pinjaman dari Bank Dunia untuk mengelola dan meningkatkn mutu Madrasah yang ada di Indonesia.

Bank Dunia menyetujui pinjaman senilai US$250 juta atau setara Rp3,5 triliun (dengan asumsi kurs Rp14 ribu per dolar AS) untuk mendukung program peningkatan mutu madrasah dasar dan menengah di Indonesia.

Berdasarkan catatan Bank Dunia, sekitar 8 juta anak atau 15 persen dari total siswa sekolah dasar dan menengah di Indonesia mengenyam pendidikan di sekolah agama di bawah Kementerian Agama (Kemenag). Dalam praktiknya, sekolah-sekolah tersebut mengikuti kurikulum nasional, dan banyak diikuti anak-anak dari keluarga termiskin di daerah pedesaan. 

Pinjaman ini nantinya akan digunakan untuk melaksanakan program Realizing Education's Promise. Melalui proyek tersebut pemerintah akan membangun sistem perencanaan dan penganggaran elektronik berskala nasional untuk mendorong belanja yang lebih efisien oleh sumberdaya di bawah naungan Kemenag. 

Program tersebut juga akan digunakan untuk membangun sistem hibah sekolah demi meningkatkan kinerja siswa dalam hal standar pendidikan nasional, terutama untuk sekolah dengan sumber daya terbatas.  (CNNIndonesia.com)

Dari fakta yang telah disoroti berdasarkan pemberitaan diatas, ini menunjukkan ketidakbecusan nya pemerintah dalam mengelola sistem pendidikan Islam di Indonesia, sebab dengan berhutang nya kita kepada pihak asing tentu akan ada bunga yang harus dibayarkan juga. Dan ini termasuk salah satu jebakan mereka dibidang pendidikan. Perlu di ingat kembali bagi para kapitalis tidak ada sesuatu yang gratis, prinsip “No Free lunch” sudah mendarah daging di tubuh mereka.

Berdasarkan hal ini, tentu kemajuan yang di inginkan hanyalah ilusi saja, sebab dengan terikatnya kita dengan pihak asing, bukan tidak mungkin mereka akan mengambil alih kebijakan dalam mengatur sistem pendidikan Islam. Mengintervensi dan mengobok – obok arah kurikulum pendidikan Islam dan menyusupkan sedikit demi sedikit ide – ide sekuler. Jika sudah begini tentu sangat sulit untuk bisa memajukan sistem pendidikan islam di negeri ini.

Lantas jika sudah begini, apakah kita akan berdiam diri saja justru malah acuh tak acuh dengan swmwrawutnya Pendidikan Islam saat ini?. Tentu jawaban nya adalah tidak, mengingat besar sekali harapan kita bahwa generasi yang dilahirkan nantinya adalah generasi yang cerdas dan bertaqwa yang pada akhirnya akan mampu mebawa kehidupan umat ke arah peradaban yang gemilang, yaitu dengan menerapkan sistem Islam secara kafah . yang akan memeberikan perhatian yang lebih terhadap kualitas pendidikan Islam dan menjaga arah kurikulum nya agar tetap sesuai dengan koridor Aqidah Islam. Mempersiapkan nya, menjaga dan memberi pengawasan yang ketat. Dan benar – benar akan disediakan fasilitas gratis dalam arti yang sebenarnya. Bukan lagi untuk mengharapkan eksistensi kekuasaan atau uang.

Untuk itu sudah saat nya mulai sadar memahami, bahwa tidak ada sistem yang terbaik selain Islam untuk mengatur seluruh aspek kehidupan bagi manusia. Dan tentunya dengan berusaha menrapkan aturan Islam secara kaffah dalam naungan Khilafah Ala Minhajji Nubuwwah. Wallahu A`lam Bishowab.


Posting Komentar

0 Komentar