Artis aja hijrah, lah kamu kapan??




By: Syarifah Aini

Ketika kelulusan diumumkan oleh kepala sekolah, hati ini merasa lega karena telah melewati satu masa dan menuju masa selanjutnya yaitu perkuliahan. Berbicara tentang kuliah, yang terpikir di benakku adalah perubahan untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Berharap diri hari ini, lebih baik dari sebelumnya khususnya di bidang keagamaan. Hati ini menyatakan "kuliah bukan hanya untuk mendapat gelar sarjana tetapi sejatinya kuliah adalah untuk menimba ilmu sebanyak-banyaknya baik ilmu akademik maupun ilmu islam". 

Mahasiswa ketika mulai memasuki kampus ditahun pertama, banyak yang berubah total menjadi lebih baik. Aktivitas mereka selain masuk kelas adalah menyibukkan diri di dunia dakwah yaitu mempelajari ilmu islam, mengamalkannya dan menyampaikannya.  Dan banyak juga masih sama seperti sedia kala. Aktivitas mereka hanya fokus pada perkuliahan tanpa memperhatikan keadaan lingkungannya. Namun tak jarang yang berubah total menjadi lebih buruk dari sebelumnya. 
Tetapi banyak juga diantara mahasiswa, ketika di tahun pertama adem ayem,  namun ditahun tahun berikutnya ia berubah, ada yang menjadi lebih baik ada juga yang buruk.

Ya kira-kira seperti itulah gambaran luar dari mahasiswa. Masih banyak diantara mereka yang sibuk dengan aktivitas pacaran, hang out, bertapa di kamar kos, dan lain-lain.  Ketika diajak ikut kajian, mereka memiliki 1001 alasan untuk menolaknya, alasan tugaslah, ada ujian mendadak, dan lain-lain. Duhhhh kapan ya mahasiswa yang seperti ini sadarnya. Padahal nuntut ilmu islam itu penting lho...

Artis-artis papan atas aja udah mulai hijrah. Seperti Tengku wisnu dan istrinya, Ari untung dan istrinya,  Kartika, Roger yang udah jadi mualaf, yang terbaru adalah Deddy corbuzier yg menjadi mualaf, dan ada juga lho orang Korea yang masuk islam di Indonesia yaitu Ujung Oppa dan masih banyak lainnya. Lah kamu kapan?? 

Jadi, kamu belum terlambat kok, sebab tidak ada kata terlambat untuk berubah menjadi lebih baik.  Maka mulai saat ini kamu harus menyadari bahwa betapa pentingnya kita untuk kembali kepada Allah. Kalau bukan detik ini kita memperbaiki segalanya kapan lagi? Apakah kita menunggu hingga Allah memanggil kita untuk meninggalkan dunia ini?

Posting Komentar

0 Komentar