Ulama tolak kolonialisasi China Melalui OBOR


                                                

                                                   Oleh: Nur aina (Intelektual Muda Serdang Bedagai)

            Kolonialisasi saat ini dipercayai sebagian besar rakyat Indonesia adalah penjajahan  yang berakhir pada tahun 1445, kemerdekaan Indonesia menjadi keistimewaan tersendiri bagi penduduk bumi yang bermukim di Nusantara. Bahkan perayaan kemerdekaanpun senantiasa diperingati pada setiap tanggal 17 bulan Agustus. Kemerdekaan Indonesia menjadi suatu hal yang patut kita syukuri, sebab tak ada lagi penjajahan fisik yang dilakukan secara terang-terangan, bebas dari pencuri yang mengambil rempah-rempah dsb.

 Namun, fakta mengungkap bahwa para penjajah punya gaya baru dalam merenggut dan menguasai suatu Negeri. Penjajahan yang mereka lakukan adalah, menjerat berbagai Negara dengan hutang berbunga, lalu jika bunganya sudah melebihi hutang yang sebenarnya lambat-laun pastilah tidak bisa membayar hutang berbunga tersebut. Dan setelah itu yang menjadi jaminannya adalah SDA (Sumber Daya Alam) Negeri itu. Indonesia adalah salah satu Negeri yang saat ini masih dijajah oleh asing maupun aseng, penjajahan yang mereka lakukan terlihat lembut dan ramah, Bak dua orang sahabat yang telah menjalin ikatan persahabatan selama bertahun-tahun.

Ulama adalah pewaris Nabi yang dapat memecahkan problemmatika kehidupan. setiap perbuatan seorang muslim harus senantiasa merujuk pada hasil galiannya. Jika bertentangan maka kerugian dan kemelaratanlah yang akan di rasakaan para pembangkang aturanNya, baik di dunia maupun di akhirat.

Saat ini, keberadaan ulama hanyalah sebagai pemecah masalah-masalah yang berkaitan dengan ibadah mahdhah saja. Sebab, sebagian besar  masyarakat memberikan andilnya terhadap ulama hanya sekedar pemenuhan naluri beragama. Selebihnya dibebaskan dan dibiarkan mengambil aturan sesuai dengan kehendak masing-masing.Tak hanya  itu, kefatalan yang dilakukan ulama saat ini kian merajalela. Bahkan ada yang sengaja membayar ulama untuk memiringkan pemahaman maysrakat  guna menyesatkan aqidah yang sudah kokoh.

Hal inipun dapat dibuktikan dengan terjun live ke lapangan. Bahwa sudah terlihat secara gamblang tentang kecurangan-kecurangan yang terjadi di berbagai wilayah atas perkara keterlibatkan para ulama di dalamnya. Penjajah menjadikan ulama sebagai jalan pintas kesuksesan dalam mengelabui pemikiran kaum muslimin terhadap syara’, Tanpa memikirkan apakah yang akan terjadi kedepannya.

Penolakan Ulama atas proyek yang ditandatangani pada bulan april ini adalah bukti dari kesuksesan dakwah yang dijalankan dengan ikhlas dan sabar. Maka satu hal yang meski diketahui ialah, bahwa dakwah yang disampaikan para pengembannya pasti akan berhasil dan berakhir dengan kemenangan. Meskipun pada penampakkannya terlihat sangat mustahil. Namun ketahuilah bahwa sesungguhnya yang Allah lihat adalah usahanya lalu Dialah yang akan memberikan buah hasil dari jerih payah penganutnya untuk menerapkan Syari’ah secara kaffah.

Maka dari itu, kita harus menyelamatkan ummat sekaligus para ulama yang saat ini terjebak dalam sisitem rusak, lalu segera memberikan berbagai pemahaman Islam yang belum diketahui, baik itu berkaitan dengan politik, interaksi, ekonomi maupun yang lainnya. Lalu segera bersatu menumbangkan aturan taghut yang saat ini diterapkan dan menggantinya dengan aturan Islam yang mensejahterakan.

 Karena kewajiban di atas kewajiban saat ini adalah menerapkan Islam dalam seluruh aspek kehidupan. Jadi, Jangan pernah bosan dan jenuh dengan perjuangan kita yang tampil berbeda dari yang lain.

           


Posting Komentar

0 Komentar