Tragedi dalam Demokrasi

Oleh : Maryatiningsih (Ibu Rumah Tangga) 


Lagi-lagi demokrasi menjadi biangnya masalah di negeri ini. Masalah yang sudah sangat serius hingga memakan banyak sekali korban bahkan sampai hilangnya banyak nyawa. Kini demokrasi sudah mulai membuka auratnya sendiri, Wajah otoriter penguasa dalam sistem demokrasi sangat jelas nampak terlihat,demi untuk mempertahankan kepentingan kelompok atau kapitalis. Ini terbukti dengan banyaknya masalah yang menimpa negri tercinta ini, Seperti yang di sampaikan fadli zon saat menjadi narasumber di CNN Indonesia, Jumat (24/5/2019). Bahwa ada ratusan korban yang gugur selama proses pemilu 2019 berlangsung yaitu ratusan korban merupakan petugas KPPS, serta sejumlah orang yang meninggal saat terjadi kericuhan dalam aksi massa tolak hasil pilpres 2019 di depan kantor Bawaslu RI, pada 21 dan 22 Mei lalu. Lebih dari 600 orang yang sudah meninggal korban dari KPPS, yang tidak mendapatkan satu perhatian memadai, sekarang 8 orang, ada juga informasi yang menyebutkan 16 orang yang meninggal saat kericuhan aksi massa tolak hasil pilpres lalu. (TRIBUNWOW. COM) 


Dengan realita ini Seolah-olah nyawa manusia  tidak berharga, sebab tidak terlihat ada tanggung jawab dari pemerintah. Sampai sekarang belum ada informasi kelanjutan dari kasus ini, apakah mungkin hanya di anggap sebagai sebuah musibah biasa saja? entahlah. Kemudian dalam sebuah wawancara fadli zon juga mau enyebutkan adanya sejumlah bukti yang memperlihatkan bahwa ada oknum aparat yang menyalahgunakan kekuasaan (abuse of power)." Video - video yang beredar di media sosial juga banyak bukti-bukti yang melihat, mempertunjukan bahwa begitu banyak abose of power yang terjadi menurut saya di lakukan oleh oknum - oknum, termasuk juga aparat keamanan. saya melihat itu " Fadli lantas menceritakan soal dirinya yang mendatangi sejumlah kerusuhan, satu di antaranya adalah Rumah, seorang remaja berusia 15 tahun yang menurut Fadli terkena tembakan meski tak turut serta dalam aksi.(TRIBUNWOW. COM) 


Demokrasi terus di gaungkan dan di pertahankan di negri ini tetapi pada kenyataannya tidak demokrasi yang ada adalah kehendak sendiri (penguasa). Tidak ada kebebasan buat rakyatnya,jadi apa arti dari demokrasi menurut mereka? Lantas untuk apa dan buat apa suara rakyat ini. 


Maka sudah saatnya Umat menolak demokrasi dan beralih kepada sistem khilafah sebagai bentuk kepemimpinan yang shohih. Karena hanya sistem Islam saja yang mampu mengatasi segala problematika umat sebab aturannya bersumber dari Allah swt, bukan buatan manusia yang jelas terbatas dan lemah. Walaupun belum semua yang menginginkan tegaknya khilafah tetapi cepat atau lambat pasti akan terjadi karena sudah menjadi janji Allah. Dan tidak sedikit pula yang menghendaki segera tegaknya khilafah di berbagai belahan dunia termasuk Indonesia. Tantangan, rintangan dan hambatan tidak menjadikan gentar para pejuang khilafah, karena itu bagian dari perjuangan. Dan yakinlah Dasar perjuangan yang jelas yakni Islam dengan tujuan yang jelas akan membuat umat menjadi sadar akan perjuangan ini. Karena Islam adalah bagian yang penting dari tubuh umat. Maka membangun kesadaran umat tentang Islam sangat penting untuk di lakukan. 


Khilafah adalah bukti nyata sebuah sistem kepemimpinan yang shohih, yang sudah terbukti menjadi solusi yang tepat, karena menerapkan Islam secara Kaffah. Bukan sebuah momok yang menakutkan, seperti yang sudah di tuduhkan yakni sebagai penyebab munculnya pertumpahan darah. Tetapi justru sebaliknya khilafah akan mewujudkan rahmatan lil alamin. Wallohualam bishowab.

Posting Komentar

0 Komentar