Tinggalkan Demokrasi, Lanjutkan Perjuangan Syariah dan Khilafah

Oleh : Nurhayati 

(Aktivis Remaja Muslimah)


Tahun ini perhelatan demokrasi membuahkan tragedi, Sudah jatuh korban dari KPPS, lebih dari 600 orang meninggal yang tidak mendapatkan satu perhatian memadai, kemudian sekarang ada 8 orang, ada juga informasi yang menyebutkan 16 orang yang meninggal di dalam penanganan aksi demonstrasi 21-22 Mei," ujar Fadli Zon saat menjadi narasumber di CNN Indonesia (TribunWow.com)


Meski polri demonstrasi adalah tugas yang sulit, apalagi ketika terdapat sejumlah orang telah melakukan tindakan yang melanggar hukum dan kekerasan, penting bahwa jajaran kepolisian tetap menghormati kaidah-kaidah hukum hak asasi manusia. Kaidah ini tidak boleh dilupakan. Aparat dibenarkan untuk dapat menggunakan kekuatan, tetapi itu hanya jika benar-benar diperlukan dan harus bersifat proporsional.


“Jadi jelas terlihat adanya indikasi pelanggaran HAM yang terjadi setelah demonstrasi 22 Mei, oleh karena itu penting untuk memastikan Komnas HAM secara aktif terlibat dalam melakukan investigasi untuk mengumpulkan bukti-bukti dugaan pelanggaran HAM yang terjadi,” kata Usman. (Republika.co.id)


Sementara itu, Pukul 14.13 WIB, melalui konferensi pers di kantornya, Menkopolhukam Wiranto menyebut tengah membatasi akses media sosial kepada seluruh masyarakat secara luas. Hal ini merupakan imbas dari aksi Kerusuhan 22 Mei yang terjadi sejak dini hari (22/5) tadi.


“Sementara, untuk menghindari berita bohong kepada masyarakat luas, akan kita…. Akses di media sosial tidak diaktifkan untuk mencegah itu tadi, hal negatif yang bisa berdampak ke masyarakat,” kata Wiranto dalam konferensi pers di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (22/5/2019), seperti yang kami kutip dari Detikcom.


Tujuan pemblokiran media sosial saat ini, menurut Wiranto, agar masyarakat bisa mendapatkan informasi yang akurat dan sedetil mungkin. “Jangan sampai kita diadu domba sehingga persaudaraan di bulan suci Ramadan terpengaruh,” ujarnya.


*Apakah benar banyak hoax bertebaran di medsos?*


Jika kita membuka laman FB atau media sosial lainnya, tentu akan banyak postingan2 video atau lainnya tentang aksi pada 22 Mei lalu yaitu ricuhnya massa demo di Bawaslu.


Mulai dari foto-foto konsentrasi massa sejak sore hari, foto bentrokan antara massa , hingga ada yang memposting 2 demonstran meninggal dunia.  Sementara  postingan bentuk Video, ada video saat massa dipukul mundur polisi, ada video Masjid yang terkena serangan Gas Air Mata dan ada Video dari Posko Aksi massa yang membuat reportase bahwa Mobil Ambulan mereka tidak diperkenankan oleh polisi untuk mengangkut korban yang jatuh.


Beberapa postingan yang dishare di Instagram terkait peristiwa aksi dapat dipastikan hal tersebut 90% nya bukan Hoax.  Korban meninggal pada saat aksi yang tersebar di Sosial Media ada 2 orang, sementara berita resmi tadi siang sudah mencapai angka 6 orang. Adapun kejadian Masjid yang terimbas Gas Air mata dapat dibenarkan. 


Kalau tiba-tiba Menkopolhukam mengumumkan banyak hoax yang beredar sehingga harus Men-Down Sosial Media dan WhatssAp itu dasarnya hoax ada di mana?  Ini sama sekali tidak jelas.


Selama 8 bulan konsentrasi Pilpres yang namanya Hoax itu sudah setiap hari terjadi di media social, khususnya Facebook dan Twitter. Tapi di WhatssAp hal itu sangat jarang  karena pada dasarnya WA itu bukan media social melainkan media komunikasi.

Kalau Pemerintah takut Hoax, seharusnya Media social di Down sejak 8 bulan yang lalu. Karena hari ini ataupun sejak kemarin bisa dikatakan hoax yang beredar tidak lebih banyak ataupun lebih hebat dari rentang 8 bulan terakhir.


Sudah beberapa tahun ini Media Sosial kita menjelma menjadi Sumber Informasi awal. Sangat sering masalah-masalah penting yang terjadi informasinya berawal dari media social. Sebuah postingan yang menjadi viral biasanya langsung menjadi sumber berita media resmi setelah dilakukan validasi beritanya.


Media Sosial diblokir agar rakyat tidak bisa melihat seperti apa kejadian dilokasi yang sebenarnya. Kemudian rakyat diiming-imingkan agar beralih ke Siaran TV.

Sedangkan, Siaran TV sekarang yang bisa dipercaya hanya suara adzan saja. Siaran TV sekarang banyak berita bohongnya, hal ini diakibatkan bungkamnya penguasa dzalim.


Jadi, pemblokiran Media Sosial itu hal yang benar-benar buruk yang sudah dilakukan Pemerintah. Semua pihak merugi hanya karena Pemerintah takut Hoax beredar.  Malah kesannya bukan Pemerintah yang takut Hoax akan tetapi Pemerintah takut kalau ada fakta yang merugikan pemerintah. Persoalan media social di Down meskipun tidak menjadi masalah untuk beberapa orang tetapi apabila hal tersebut dipertimbangan sangat merugikan masyarakat.


Begitulah kondisi umat yang sudah jauh dari aturan islam.

Di sisi Allah, hilangnya nyawa seorang muslim lebih lebih besar perkaranya dari pada hilangnya dunia.


Dari al-Barra’ bin Azib radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


لَزَوَالُ الدُّنْيَا أَهْوَنُ عَلَى اللَّهِ مِنْ قَتْلِ مُؤْمِنٍ بِغَيْرِ حَقٍّ


“Hilangnya dunia, lebih ringan bagi Allah dibandingnya terbunuhnya seorang mukmin tanpa hak.” (HR. Nasai 3987, Turmudzi 1455, dan dishahihkan al-Albani).


Semua bisa memberikan keterangan apapun mengenai kejadian yang sedang ramai di masyarakat, namun kita perlu menyadari, semua disaksikan oleh Allah. Kami tidak bisa memberikan nasehat apapun selain ingin kami sampaikan, “Allah tidak pernah melupakan tindakan orang dzalim.”


وَلَا تَحْسَبَنَّ اللَّهَ غَافِلًا عَمَّا يَعْمَلُ الظَّالِمُونَ إِنَّمَا يُؤَخِّرُهُمْ لِيَوْمٍ 

 

تَشْخَصُ فِيهِ الْأَبْصَارُ


“Jangan sekali-kali kamu mengira, Allah akan melupakan tindakan yang dilakukan orang dzalim. Sesungguhnya Allah menunda hukuman mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak (karena melihat adzab).” (QS. Ibrahim: 42)


Dan bisa jadi, hukuman itu Allah segerakan di dunia.


Dari Abu Bakrah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


مَا مِنْ ذَنْبٍ أَجْدَرُ أَنْ يُعَجِّلَ اللَّهُ لِصَاحِبِهِ الْعُقُوبَةَ فِى الدُّنْيَا مَعَ


 مَا يَدَّخِرُ لَهُ فِى الآخِرَةِ مِنَ الْبَغْىِ وَقَطِيعَةِ الرَّحِمِ


Tidak ada dosa yang lebih berhak untuk Allah segerakan hukuman bagi pelakunya di dunia, disamping masih ada hukuman di akhirat, selain dosa dzalim dan memutus silaturrahmi. (HR. Turmudzi 2700, Abu Daud 4904 dan dishahihkan al-Albani).


Teroris memang musuh kita semua, terlepas dari apapun latar belakang agamanya, dan kita berharap, para teroris itu segera bertaubat. Akan tetapi, jangan sampai ini menjadi alasan untuk mendzalimi orang yang tidak bersalah, apalagi merenggut nyawa hanya dengan alasan terduga.


Bukankah seharusnya di negeri yang mereka junjung demokrasi itu dibebaskan dalam hal berpendapat dan mendapat perlindungan dalam UUD? Tapi hal tersebut tidak demikian, itu lah demokrasi sistem buatan manusia yang tidak bisa membedakan mana yang haq dan mana yang bathil semua bagi mereka sama rata. 


Seandainya, negeri kita ini menganut sistem khilafah ajaran islam. Khilafah ialah sistem kepemimpinan bagi seluruh umat di Dunia,tanpa terkecuali. Dan dalam sistem Khilafah hukum yang digunakan bukanlah hukum buatan manusia seperti pada sistem sekuler,kapitalis/komunis tetapi dalam sistem khilafah, hukum yang diterapkan ialah hukum Allah sesuai dengan ketentuan Al-Qur’an dan As-Sunnah.


Dalam sistem ini, Dunia tidak terpecah-pecah menjadi beberapa negara, tetapi berada dalam suatu naungan dan dipimpin oleh satu pemimpin yang disebut "KHALIFAH" dan Sistemnya ialah "KHILAFAH". Sistem ini tidak hanya terbatas pada masalah religi dan moral, tetapi sistem ini mencakup seluruh aspek secara terinci. Dengan tegaknya sistem khilafah seluruh umat manusia (baik muslim maupun non muslim) akan sejahtera dan damai dalam naungan islam.


Dan kita sebagai umat muslim wajib berjuang menegakan khilafah, kita tidak perlu malu untuk memperjuangkan Khilafah, karena “Khilafah adalah Solusi bagi seluruh umat”. Dengan perjuangan yang tiada kenal lelah, Insya Allah khilafah akan segera tegak, sebagaimana janji Allah SWT :

Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman diantara kamu dan mengerjakan amal-amal yang shaleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa. (Q.S.an-Nur[24]:55).


Oleh karena itu, sudah saatnya kita tinggalkan demokrasi dan terus berjuang Menegakan Syariah dan Khilafah.


Posting Komentar

0 Komentar