Tiada Kemandirian Dalam Sistem Pengelolaan Ekonomi Negara

Oleh: Ilan Sumiati

Ibu Rumah Tangga

Pengelolaan aset negara kembali ditawarkan pada asing. Dalam meningkatkan nilai tambah produk tambang tanah air Mentri Badan Usaha Milik Negara RI Rini Soemarno terus mendorong Holding Industri Pertambangan PT Inalum (Persero) untuk melakukanhilirisasi.

Dalam kunjungan kerjanya ke China pada Jumat (17/5), Menteri Rini bertemu dengan beberapa calon mitra strategis Inalum, salah satunya ZhejiangHuayouCobalt Company Ltd., produsen terbesar di dunia untuk material baterai yang digunakan untuk kendaraan listrik. Sistem perekonomian indonesia tidak bisa mandiri hanya mengandalkan dari orang" asing yang bermodal kan besar dari tuan ke tuan yang lain sehingga rakyat merasakan dampak buruk akibat semua itu. Jikapun keuntungan, hal itu hanya dirasakan oleh para penguasa dan pihak pemilik modal belaka.

Hilirisasi yang kononnya menjadi rencana pemerintah dari awal tidak pernah memihak rakyat sedikitpun. Yangmenjadi tolok ukur hanyalah keuntungan pribadi ketika proyek-proyek dapat berjalan sesuai dengan rencana mereka. Jelas,negara kapitalisme pasti yang diutamakan mereka, para pemilik modal. 

Berbeda dengan islam, dimana kepemilikan harta telah terbagi menjadi tiga bagian. Kepemilikan pribadi, kepemilikan umum dan kepemilikan negara. Hasil tambang yang merupakan kepemilikan umum, negara dengan sistem islam tidak akan pernah menawarkannya ke pihak asing, negara akan mengelola sendiri perusahaan tambang dan akan membagikan hasilnya untuk rakyatnya, sehingga kesejahteraan rakyat benar-benar terjamin.

Indonesia butuh pemimpin yang konsisten dalam kebenaran sehingga melahirkan sistem pemerintahan perekonomian yang mandiri & kuat tanpa adanya pemodal dari asing. Rakyattidak akan pernah merasakan dampak dari semua itu. Sesungguhnyaindonesia pun mampu berdiri sendiri tanpa pinjaman modal dari asing.dalammenjalankan usaha PT. Inalum. Seharusnya umat sadar akan dampak dan resiko yang akan didapatkan dari pengelolaan yang tidak diatur oleh sistem islam.

Semua ini hanya bisa diselesaikan dengan sistem yang dicontohkanoleh Rasulullah yang kala itu Rasulullah menjadi pemimpin negara yang mengatur negara dari berbagai aspek. Maka oleh karena itu sistem islam yang dicontoh oleh Rasulullah hanya dapat diterapkan oleh institusi Khilafah yang dipimpin oleh seorang Khalifah. Jikapemimpin umat sesuai dengan Syariat Islsm dan menerapkannya maka Allah akan memudahkannya serta rakyatpun akan terarahkan.


Wallahualam Bi Shawwab

Posting Komentar

0 Komentar