Sungkeman, Untuk Apa?


Oleh : Lilik Yani


Tradisi turun temurun dilakukan

Setiap lebaran berkumpul semua keluarga 

Tua muda laki perempuan bersama anak-anaknya

Kakek nenek yang paling sepuh diantara semuanya

Diberi kedudukan bagai raja

Diberi penghormatan oleh anak cucu dan kerabatnya


Kakek nenek didudukkan di kursi atas

Semua keluarga lain duduk di bawah

Anak cucu berbaris sesuai usia

Antri untuk melakukan sungkeman

Mohon maaf atas semua kesalahan

Dalam bentuk sikap maupun ucapan


Yach, sungkeman menjadi tradisi keluarga

Wilayah Jawa terutama 

Mengajarkan etika dan tatakrama

Menghormati yang tua

Mengutamakan yang lebih tua

Menyayangi yang muda


Urut, tidak saling serobot saudara

Anak-anak sabar menunggu gilirannya

Berkat kesabarannya, anak-anak akan diberi angpau atau hadiah

Dari saudara-saudara yang sudah bekerja

Berbagi kasih sayang dengan yang muda

Sebagai bentuk syukur atas segala karunia


Sungkeman, ajarkan kebaikan

Tapi jangan berlebihan

Bersalaman sesama muhrim diperbolehkan

Jika bukan muhrim jagalah kesopanan

Upayakan tidak ada persentuhan

Walau diperbolehkan

Tetap menjaga batas kesopanan


Sungkeman, anak kepada orang tua adalah keharusan

Bentuk bakti yang harus dilakukan

Mohon pemaafan atas kekhilafan Atas sikap, ucap dan perbuatan

Mohon doa restu dan keridloan

Agar dimudahkan semua urusan


Sungkeman, ada yang perlu diluruskan

Jangan menunggu datangnya lebaran

Untuk memohon pemaafan

Jika merasa bersalah pada orang tua kita

Atau siapapun juga

Segerakan memohon pemaafan

Tak perlu ditunda-tunda

Hingga lebaran tiba


Jika memohon maaf

Tidak harus yang muda mendatangi yang tua

Tapi yang salah mendatangi yang dirugikan

Agar mendapat kerelaan

Diberikan keikhlasan memaafkan

Hingga hati lapang

Tak ada beban mengganjal

Karena saling memaafkan


Kawan, adakah kalian menjalankan sungkeman? 

Apa yang kalian rasakan? 

Ada keakraban dalam kekeluargaan

Momentum yang diperjuangakan

Hingga mudik berdesakan

Rela dikerjakan

Agar bisa bertemu keluarga besar

Sanak famili di kampung halaman

Agar bisa sungkeman saat lebaran


Tapi tetap harus diperhatikan

Jauhkan dari hal-hal yang melanggar aturan

Jangan karena niat memohon pemaafan

Tapi ada terselip keangkuhan

Saling pamer kekayaan

Hingga terjadi kerenggangan hubungan

Dan mengurangi jalinan persaudaraan


Sungkeman, boleh dilakukan

Asal tetap sesuai aturan Islam


Wallahu a'lam bisshawab



Ngawi, 5 Juni 2019


#SyawalBulanKemenangan

#IdulFitriMomentumKeakraban






Posting Komentar

0 Komentar