Ngulik Mahalnya Tiket Pesawat Saat Mudik


(Oleh : Ummu Hanif, Anggota Lingkar Penulis Ideologis)



Mudik tahun ini menyisakan banyak cerita. Menjelang hari H idul fitri, masyarakat dihebohkan dengan kabar harga tiket pesawat rute Bandung - Medan yang dijual di agen travel online mencapai Rp 21 juta. Menanggapi hal itu, Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Nur Isnin Istiartono meminta masyarakat hati-hati.


Ternyata tiket seharga Rp 21 juta itu bukan tiket langsung, namun transit diberbagai kota. Ia menyebut tiket itu merupakan tiket piknik karena berputar-putar. Saat ini kata Insin, pihaknya sedang berkoordinasi dengan pihak agen travel online terkait pemasangan harga tiket tersebut sehingga bisa dinetralisir. (www.Kompas.Com,  29/5/2019)


Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjelaskan salah satu penyebab harga tiket pesawat yang mahal adalah karena maskapai penerbangan masih enggan menurunkan harga tiket agar bisnisnya tetap berjalan baik.


Sementara itu, menurut pihak maskapai, harga avtur mempengaruhi mahalnya harga tiket pesawat. Harga avtur menyumbang 45 persen biaya operasional maskapai penerbangan. Harga avtur domestik lebih tinggi 20 persen dibandingkan dengan harga internasional. Hal ini membuat maskapai penerbangan harus menaikkan harga tiket untuk mengimbangi beban operasional.


Namun, Pertamina membantah jika harga avtur yang mahal. Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan, Pertamina telah memperbarui harga avtur setiap dua pekan, dengan mengacu formula pembentukan harga yang sudah ditetapkan pemerintah berdasarkan patokan harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP).


Menurut Nicke, dalam tiga bulan terakhir ICP mengalami penurunan, harga avtur pun merefleksikan kondisi tersebut. Bahkan dia mengklaim harga avtur termurah di Bandara Soekarno Hatta. "Kalau lihat tren 3 bulan terakhir di 2018, itu ICP turun,‎" ujarnya.


Sementara itu, sebagaimana dilansir www.merdeka.com. Wapres Jusuf Kalla menjelaskan penyebab utama mahalnya tiket pesawat karena nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dan harga avtur yang dibayar dalam valas. JK menilai tingginya harga tiket pesawat sudah mempertimbangkan dua unsur, yaitu konsumen dan perusahaan.


Islam sebagai agama dan sistem hidup yang sempurna, telah membahas dan mengatur sistem transportasi dengan sangat baik. Sehingga mampu memudahkan aktivitas manusia dalam melakukan perjalanan ke suatu tempat. Masyarakat menjadi nyaman dan puas dalam selama  melakukan perjalanan. Bahkan diperjalanan juga disediakan rumah makan gratis, losmen dan penginapan gratis untuk semua orang.


Pertama, prinsip bahwa pembangunan infrastruktur adalah tanggungjawab negara, sehingga tidak ada upaya mencari keuntungan dari masyarakat, bahkan dilandasi prinsip pelayanan.


Kedua, prinsip bahwa perencanaan wilayah yang baik akan mengurangi kebutuhan transportasi. Sehingga sebagian besar warga tak perlu menempuh perjalanan jauh untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya serta untuk menuntut ilmu atau bekerja, karena semua dalam jangkauan perjalanan kaki yang wajar, dan semua memiliki kualitas yang standar.


Ketiga, negara membangun infrastruktur publik dengan standar teknologi terakhir yang dimiliki. sehingga angka kecelakaan minim dan kenyamanan masyarakat terpenuhi.


Dengan ketiga prinsip di atas, diharapkan harga tiket sarana transportasi bisa trekendali bahkan bisa dinikmati semua kalangan, berdasarkan kebutuhan. Dan semua itu, hanya mungkin tercipta jika transportasi danm berbagai sarananya dikelola oleh negara yang menerapkan sistem Islam dalam seluruh aspek kehidupan. 

Wallahua'lam.

Posting Komentar

0 Komentar