Mudik Asyik Ala Islam


(Oleh : Ummu Hanif, Anggota Lingkar Penulis Ideologis)


Mudik dan Idul Fitri, adalah tradisi yang terus dilestarikan di negeri kita tercinta. Selain sebagai tradisi, mudik juga dipandang sebagai ibadah sunnah, karena termasuk dalam hal silaturrohmi. Namun, tahun ini menjadi tahun yang cukup berat bagi masyarakat secara umum. Karena ongkos mudik tidak lagi murah, terlebih jika harus menggunakan jasa pesawat terbang.

Media massa memberitakan, Ada tiket pesawat Bandung-Medan yang harganya mencapai 21 juta. Ada pula tiket kereta api Jakarta-Surabaya yang harganya sekitar Rp 1,5 juta - 1,6 juta. Sama dengan tiket pesawat Garuda dengan jurusan yang sama. Tarif jalan tol pun tak kalah aksi dalam menaikkan harganya. Semua berkejaran mencari keuntungan dari masyarakat.


mengenai mahalnya tarif penerbangan domestik, Mentri Perhubungan mengomentari dengan meminta masyarakat ikhlas menerima kenaikan harga tiket pesawat. Wacana lain untuk mengatasi mahalnya harga tiket pesawat ini adalah dengan menawarkan kepada swasta asing untuk jualan avtur di negeri ini. Terbaru, ditawarkan pula kepada maskapai asing untuk terbang dengan rute domestik. 


Prinsip mencari keuntungan di setiap pelayanan publik menjadi ciri utama negara kapitalisme. Utamanya ketika semua sektor publik telah diserahkan kepada swasta. Asas sekulerisme telah mengisolasi akhirat dari kehidupan dunianya. Bahkan menghalalkan segala cara demi meraih kekuasaan dan kekayaan. sampai harus mengakali dan menipu bahkan membunuh rakyatnya. Mudik pun menjadi kisah pilu yang kesekian kalinya.


berbeda dengan islam, para pemimpinnya begitu khawatir akan hari pertanggungjawaban, sehingga membuatnya selalu berusaha menjadi pelayan rakyat dengan sebaik-baiknya. Resah jika masih ada yang kurang dalam pelayanannya, tak bisa tidur hingga rakyat terpenuhi kebutuhan hidupnya.


Mudik sebagai pengejawantahan sunnah menyambung silaturahmi. Khilafah akan menyediakan sarana dan fasilitas transportasi yang murah atau terjangkau. Khilafah  akan menjamin transportasi publik yang manusiawi. Menjamin keamanan, kenyamanan, dan keselamatan serta murahnya ongkos bahkan gratis. Jaminan tersebut bisa diakses oleh setiap individu warga negara Khilafah. Maka mudik asyik ala islam akan bisa kita nikmati jika kita mau bernaung dalam sistem islam tentunya.

Wallahu a’lam bi ash showab

Posting Komentar

0 Komentar