Game Online Merusak Anak Bangsa

Oleh : Zai (aktivis mahasiswi)


Seorang gamers online berinisial YS ditangkap oleh jajaran Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Perempuan berusia 26 tahun ini ditangkap setelah membobol bank sebesar Rp1,85 miliar lewat sebuah games online, Mobile Legend.(Sabtu, 18 Mei 2019 | 20:36 WIBlViva.co.id),  dan masih banyak lagi. 

Ayo siapa nih yang suka main game ?Jangan ditanya, semua orang pastilah suka game. Game itu menyenangkan, membuat otak refresh, mengasah otak dll, itulah beberapa pendapat teman-teman yang suka game. Well, kalau game "tradisional" seperti petak umpet, gobak sodor, ingkungan, alasan pasti sangat pas. Tapi jika untuk game online yang sangat marak saat ini yang berpengaruh negatif bagaimana ?  

Semoga alasan berikut bisa mengubah mindset  teman-teman yang kecanduan game online untuk segera meninggalkan game online.

Pertama, Game online itu mengganggu kesehatan jiwa dan raga, buktinya apa ? Pernah dengar ada seorang anak yang harus masuk rumah sakit jiwa gara-gara kecanduan game online atau ada orang yang meninggal gara-gara game. 

Mata, jika digunakan terus-menerus melihat layar gadget atau komputer akan menghilangkan daya penglihatan, fisik mudah lelah dan otak akan mengalami gangguan syaraf dll. Seharusnya alasan pertama ini sudah cukup menyadarkan teman-teman pecandu games. 

Kedua, dari sisi sosial games online membuat orang berpikir individualis dan pragmatis. Karena orang yang suka game cenderung tidak peduli kondisi sekitar dan tidak mau berpikir cemerlang terhadap permasalahan sosial di masyarakat. Akibatnya generasi sekarang buta politik, buta ekonomi, buta sosial. Untuk membuktikan hal ini, cobalah tanya kepada seseorang yang pecandu game, apakah dia tahu apa yang sedang terjadi di masyarakat saat ini ? 

Jika kondisi pecandu game dibiarkan, generasi kita sudah pasti tidak bisa diharapkan untuk menjadi generasi pemimpin umat.

Ketiga, game online memberikan contoh yang tidak baik. Game di design untuk menjauhkan masyarakat dari norma-norma terutama norma agama. Misalnya diperlihatkan "perempuan yang tidak menutup aurat dengan sempurna", memberikan inspirasi buruk untuk melakukan tindak kriminal seperti penyerangan masjid di New Zealand, dll. 

Mungkin kita pernah mendengar istilah "Apa yang kita lihat, dengar, ikuti itulah perwakilan diri kita". Referensi yang baik menghasilkan individu yang baik, sebaliknya referensi yang buruk juga akan menghasilkan individu buruk pula. Wahai anak bangsa, bangunlah kalian dari tidur yang panjang ! Jadilah kalian Mutiara Umat, menjadi generasi yang baik yang akan memimpin umat. Jangan sampai terlena game yang menyenangkan sesaat tapi menghancurkan kita sampai akhirat.

Keempat, hati menjadi mati dan jauh dari Allah. Alasan yang terakhir ini harus benar-benar diperhatikan, karena tanpa Allah kita tidak bisa apa-apa.

Sahabat surga, yuk hijrah totalitas dan saling menguatkan iman. Aktivitas yang "sia-sia" alias sedikit manfaatnya harus kita kurangi bahkan dihilangkan. Kita mesti tahu,  bahwa game itu salah satu produk untuk menghancurkan generasi. Jadi janganlah kita ikut mendukung program game itu.

Para gamers banyak yang tidak ingat waktu atau lupa waktu. Mungkin itu sedikit alasan kenapa kamu harus segera taubat dari game negatif ini. 


Tips menjauhkan diri dari game negatif :

1. Ingat kematian, karena dengan mengingat mati, kita mampu menaikkan iman dan rajin beribadah sehingga bisa meninggalkan game.

2. Berteman dengan teman-teman yang shalih/shalihah, karena mereka pasti tidak suka game. Sehingga perlahan kita juga akan meninggalkan game.

3. Uninstall segera game online di hp kamu, cari aplikasi-aplikasi yang bermanfaat saja.

4. Gunakan waktu luang untuk membaca buku, bersih-bersih, membantu orang tua, berdiskusi dengan teman dll. Intinya melakukan kegiatan yang dapat menjauhkan diri dari game.

5. Mengkaji Islam kaffah, karena jika kita memahami ilmu agama dan sanggup menerapkannya, InsyaAllah tidak akan memikirkan tentang game negatif lagi. 

6. Istiqomah, Sabar dalam mengubah kebiasaan.

7. Berdoa. 


Islam hadir tentu tidak hanya sebagai agama ritual dan moral belaka. Islam juga merupakan sistem kehidupan yang mampu memecahkan seluruh problematika kehidupan, termasuk cara mendidik  anak generasi untuk menjadi insan mulia pemimpin peradaban dunia. 

Allah SWT berfirman:

وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ تِبْيَانًا لِكُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً وَبُشْرَى لِلْمُسْلِمِينَ

Kami telah menurunkan kepada kamu (Muhammad) al-Quran sebagai penjelasan atas segala sesuatu, petunjuk, rahmat serta kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri (TQS an-Nahl [16]: 89).



Posting Komentar

0 Komentar