Duka di Hari Raya

Oleh : Aning Ummu Hanina

Hari raya idul fitri sudah tiba. Gema takbir, tahmid dan tahlil menggema di mana-mana. Di setiap masjid dan mushola mengumandangkannya bersahut sahutan tanpa henti di seluruh penjuru dunia. Bahkan banyak yang berarak keliling kampung dan kota untuk mengagungkan asma Allah. Semua orang, besar kecil, tua muda, kaya miskin bersuka cita menyambut hari kemenangan. Setelah sebulan lamanya berpuasa menahan haus dan lapar. Menahan hawa nafsu dari berbagai godaan.

Di tengah suka cita merayakan hari raya, banyak kaum muslim di berbagai negara yang masih berduka. Di Idlib Suriah, Serangan udara dan penembakan yang dilakukan oleh rezim yang berkuasa di Suriah membunuh 10 warga sipil di barat laut negara itu, Rabu (5/6). Padahal, seperti dilaporkan pemonitor perang Suriah, saat itu warga setempat tengah merayakan Idul Fitri.

Serangan ini menewaskan dua anak dari enam orang yang diserang di kota Kafr Aweid, yang terletak di provinsi yang dikuasai jihadis Idlib, jelas Obeservatorium Hak Azasi Manusia Suriah.

Para keluarga korban berkumpul di pemakaman kota, Rabu sore, ketika sebuah ekskavator menggali lubang besar di tanah. (06/06/2019, CNN Indonesia)

Sementara itu di Sudan, sebanyak 40 mayat diambil dari Sungai Nil yang berada di Khartoum, Sudan. Aktivitis oposisi menyebut, puluhan jenazah tersebut merupakan korban tindakan keras terhadap aksi demonstrasi pro-demokrasi.

Melansir dari BBC, Rabu (5/6/2019), dokter dari oposisi menyebut mayat-mayat yang berada di sungai merupakan bagian dari 100 orang yang diyakini tewas.

Mereka kehilangan nyawa akibat serangan pasukan keamanan terhadap kamp protes pada Senin (3/6/2019).

Seperti diketahui, demonstran telah menduduki alun-alun di depan markas militer sejak 7 April, beberapa hari sebelum Presiden Omar al-Bashir digulingkan setelah 30 tahun berkuasa.

Namun pada Senin lalu, pasukan bersenjata mengusir para demonstran dan menembaki mereka yang tidak bersenjata. (Kompas.com)

Masih banyak kaum muslim di negara-negara lain yang berduka di hari kemenangan ini. Seperti di Gaza, Rohingya, Yaman, Uigyur, dan masih banyak lagi negara lainnya yang berduka di hari raya idul fitri ini.

Kaum Muslim itu Bersaudara

Sebenarnya kita semua adalah saudara. Kita disatukan dalam satu akidah islam. Disaat saudara kita disakiti, disiksa oleh rezim yang berkuasa, kita ikut merasakan bagaimana sakit dan sedihnya mereka. Ibarat tubuh, ketika ada bagian tubuh yang terluka, maka bagian tubuh yang lain juga ikut merasakan sakitnya. Ketika kaki sedang terluka, bagian tubuh yang lainnya akan ikut merasakan dan berjuang agar kaki yang sakit itu cepat sembuh. Mata akan ikut menangis, mulut akan reflek meniup luka tersebut agar cepat kering, tangan akan berusaha menutup luka tersebut agar tidak semakin parah. Itulah gambaran tubuh kita seperti persaudaraan kaum muslim. Rasulullah bersabda : "Perumpamaan orang-orang mukmin dalam berkasih sayang bagaikan satu tubuh, apabila satu anggota badan merintih kesakitan maka sekujur badan akan merasakan panas dan demam”. (HR. Muslim).

Tapi setelah kaum muslim kehilangan junnah umat. Kaum muslim kehilangan perisai yaitu naungan daulah khilafah islamiyah. Kini kaum muslim terpecah pecah jadi negeri-negeri kecil. Mereka tersekat-sekat dalam bingkai nasionalisme. Mereka kini tidak mampu untuk menolong saudara muslim di negeri yang lainnya. Karena mereka kini lemah dan tidak berdaya. Mereka hanya sanggup mengecam dan mengecam atas tindakan rezim yang mendholimi saudara mereka. Mereka membantu hanya sebatas memberi bantuan makanan dan obat-obatan. Padahal yang mereka inginkan bukan itu semua. Yang mereka inginkan adalah persatuan kaum muslim sedunia. Karena jika kaum muslim sedunia bersatu mereka akan kuat. Mereka akan mampu menolong kaum muslim di Gaza, dengan mengusir penjajah Israel Yahudi Laknatullah dari bumi Syam. Mereka akan mampu menolong kaum muslim di Suriah, Rohingya, Uigyur, dan kaum muslim di dunia yang kini tengah didzolimi oleh rezim penguasa mereka. Rasulullah bersabda dalam sebuah hadist "Seorang mukmin adalah saudara bagi mukmin lainnya, dia tidak membiarkannya (di dalam kesusahan), tidak merendahkannya, dan tidak menyerahkannya (kepada musuh)”.

===Daulah Islam Pemersatu Umat===

Disini penulis mengajak kita semua, kaum muslim, mari bersama mengembalikan junnah umat. Kita kembalikan persatuan umat muslim sedunia. Kita singkirkan sekat-sekat nasionalisme agar kita bisa menolong saudara-saudara muslim yang kini telah terdzolimi oleh rezim penguasa mereka. Agar kita bisa membebaskan saudara-saudara di Gaza Palestina dari penjajahan Israel Yahudi laknatullah, menolong saudara-saudara kita di Suriah, Yaman, Rohingya, dan saudara kita di seluruh dunia. Persatuan umat itu hanya bisa terwujud dalam sistem pemerintahan yang terbaik, sistem yang berasal dari Zat Yang Maha Pengatur. Yaitu dalam naungan daulah khilafah islamiyah.


Posting Komentar

0 Komentar