Demokrasi yang berujung Democrazy

 Oleh: Erni Apriani

          Tak ada satupun yang dapat membantah bahwa demokrasi hari ini berada diambang kematian. Tanda tanda hancurnya demokrasi jelas nampak pada proses berjalannya demokrasi dalam pemilu dan pasca pemilu di Indonesia.

       Diberitakan TribunWow.com, Fadli Zon saat menjadi narasumber di CNN Indonesia, Jumat (24/5/2019) mengatakan “Kita menghadapi sebuah tragedi di dalam demokrasi kita. Sudah jatuh korban dari KPPS, lebih dari 600 orang meninggal yang tidak mendapatkan satu perhatian memadai, kemudian sekarang ada 8 orang, ada juga informasi yang menyebutkan 16 orang yang meninggal di dalam penanganan aksi demonstrasi 21-22 Mei," ujar Fadli Zon.

       Ingatlah, demokrasi tidak akan bertahan lama, dia akan segera terbuang, melemah dan membunuh dirinya sendiri. Demokrasi pasti akan bunuh diri. Demokrasi pasti akan segera memburuk menjadi anarki. Jhon Adams presiden Amerika ke-2 (The Works of John Adams, ed Charles Francis Adams, vol. 6, p. 484)

      Kini bobroknya demokrasi yang bathil ini tidak memiliki patokan standar bagi kehidupan manusia. Demokrasi secara ilmiah telah tercoreng dan menjadi biang kerok kerusakan, ketidakadilan pada rakyat dan dunia ini. Wajar karena sistem ini adalah buatan manusia. Sistem kufur yang berpeluang untuk salah dan menimbulkan kerusakan amat besar.

      Maka sejatinya umat sudah memiliki sistem yang sahih, yaitu sistem Islam sebagaimana yang pernah diterapkan Rasulullah SAW dan dilanjutkan oleh para khalifah setelahnya dengan menerapkan sistem Islam secara kaffah dalam bingkai khilafah. Allah SWT berfirman:

“Apakah mereka mau mencari hukum Jahiliyah. Siapa yang lebih baik hukumya bagi orang yang yakin?” (QS. an-Nisa : 50)

Dalam ayat lain firman Allah SWT “Allah telah menjanjikan kepada orang-orang di antara kamu yang beriman dan mengerjakan amal saleh, bahwa Dia sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah Dia ridhai (Islam). Dan Dia benar-benar akan mengubah (keadaan) mereka, setelah berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatu pun. Tetapi barang siapa (tetap) kafir setelah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” (QS. An-Nur; 24:55)  

       Sejarah telah membuktikan bahwa Penerapan sistem khilafah  telah menjadi solusi terhadap berbagai permasalahan kehidupan. Sebab khilafah adalah sistem yang menerapkan seluruh hukum yang bersumber dari Allah SWT yang pasti mampu mewujudkan rahmatan lil alamin.

 

Wallahu alam bisawab

Posting Komentar

0 Komentar