Darah Mengalir Karena Demokrasi

Oleh : Nadhifah


Anggota dewan pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiga Uno, Fadli Zon menyebut, masyarakat Indonesia kini sedang menghadapi tragedi di dalam demokrasi Indonesia. "Kita menghadapi sebuah tragedi di dalam demokrasi. Sudah jatuh korban jiwa dari KPPS lebih dari 600 orang yang tidak mendapat satu perhatian memadai, kemudian sekarang ada 8 orang, ada juga informasi yang menyebutkan 16 orang di dalam penanganan aksi demo 21-22 Mei" ujar Fadli Zon.( Tribunwow. Com).

Indonesia kini sedang menangis pilu menghadapi penguasa dzolim yang diktator. Hal ini bisa kita lihat betapa rezim dan seluruh jajarannya begitu represif di dalam menghadapi rakyatnya yang menuntut keadilan, sampai nyawa saudara kita harus dipertaruhkan dan tidak mendapatkan balasan yang berarti, kecuali pembelaan atas tindakan mereka.

Belum tuntas mengusut nyawa-nyawa yang tak berdosa ini, mereka sudah menyiapkan daftar nama-nama tokoh yang siap ditangkap dan diadili karena para tokoh ini dengan lantang menyuarakan dugaan praktik curang dalam pemilihan presiden oleh aparat kepolisian. Para tokoh tersebut dituduh dengan dugaan makar dan penyebar hoax.


Inikah demokrasi yang mereka gadang-gadang sebagai jalan untuk melakukan perubahan. Demokrasi yang mereka junjung tinggi kehormatannya. Perubahan itu belum jelas di depan mata, namun sudah meminta tumbal-tumbalnya dari nyawa manusia.

Demokrasi memang ajaib. Walaupun Demokrasi lahir dari sejarah kelam barat yang sekuler, namun sebagian muslim masih menganggap demokrasi sejalan dengan ajaran Islam. Padahal demokrasi tidak pernah terbukti menjadi jalan perubahan yang benar di dalam penerapan Islam kaffah. Demokrasi seperti mantra, mampu menyihir umat Islam sebagai satu-satunya cara dalam perubahan. Padahal rakyat hanya dijadikan ajang perebutan suara, namun selepas itu rakyat ditinggalkan. Penguasa tak lagi menghitung rakyat dalam pilihan kebijakan dan penetapan peraturan perundangan. Dan ini akan terjadi berulang-ualng, maka rakyat harus bangun dari tidur panjangnya dan menyadari tipu daya demokrasi.

Rakyat harus menentukan arah politiknya sendiri.Tentu saja umat Islam harus mengarahkan arah politiknya ke arah politik Islam. Islam mengarahkan sistem politiknya pada sistem khilafah, yaitu sebuah sistem yang dikabarkan oleh Allah swt dan Rasulnya. Sebuah sistem yang telah meraih kegemilangannya selama 13 abad lamanya.

Substansi khilafah itu ada tiga, yaitu syariah, ukhuwah dan dakwah. Dengan sistem khilafah, syariah akan di terapkan secara kaffah. Dengan sistem khilafah, ukhuwah akan terwujud secara nyata di muka bumi, sehingga rahmat islam bisa dirasakan oleh seluruh baik alam, baik muslim, non muslim, tanaman bahkan binatang sekalipun. Allahu akbar.

Posting Komentar

0 Komentar