Campakkan Sistem Kufur Bersegera Kembali Pada Sistem Islam

Oleh : Silvi Sephiani Pratiwi

Suasana perpolitikan di negeri ini masih terasa panas, walaupun pemilu telah selasai digelar. Ada beberapa isu yang terus menerus mencuat menambah panas suasana. Mulai dari adanya pihak -pihak yang memboncengi aksi 22 Mei yang lalu yang berakhir dengan adanya kerusuhan. Dan yang tak kalah panas, ternyata Isu khilafah tetap menjadi isu yang tidak bisa lepas sebagai topik pembicaraan di negeri ini. Termasuk menjadi buah pembicaraan para petinggi di negeri ini. Rupanya isu khilafah telah menjadi isu yang menarik, bahkan isu khilafah telah dijadikan senjata oleh para penentangnya, untuk terus digoreng untuk membangun citra negatif terhadap ide Khilafah. Salah satunya dengan terus mengaitkan segala sesuatu dengan khilafah, termasuk pemilu kali ini. Khilafah telah berhasil di kambing hitamkan sebagai salah satu sebab yang menambah keruwetan pemilu 2019.

Dilansir dari VIVA - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Wiranto, menyebutkan sejumlah ancaman yang mengganggu kesatuan dan persatuan bangsa. Salah satunya kelompok khilafah yang disebut masih membonceng dalam perhelatan Pemilu 2019. "Yang baru kemarin kita bubarkan, kita akan dijadikan negeri khilafah, ada. Tidak akui nasionalisme, tidak akui Pancasila, NKRI, kita bubarkan. Tapi sekarang masih bonceng lagi, ada dalam keruwetan pemilu kita ," kata Wiranto di Grand Paragon, Jakarta, Kamis 16 Mei 2019.

Ketakutan petahanan akan kegagalan dalam pemilu kali ini menjadikan khilafah sebagai kambing hitam. Segala daya dan upaya dilakukan untuk memonsterisasi Khilafah. Seakan Khilafah akan menggantikan Ideologi Pancasila, memecah belah persatuan bangsa, menghancurkan Negara Indonesia. Padahal Khilafah sendiri bukanlah sebuah Ideologi namun khilafah adalah Sistem Pemerintahan Islam, yang pernah Tegak dan berjaya pada zaman Rasulullah SAW, para Khulafaurasyidin dan para Khalifah penerus setelahnya. Sebagai contoh sistem kepemimpinan dalam islam yang akan menerapkan syariat islam. Keberadaannya justru menjadi pemersatu umat, baik dari kaum muslim maupun non muslim. Pemersatu berbagai wilayah hampir 2/3 belahan dunia. Khilafah terbukti menjaga jiwa, harta, serta kehormatan kaum muslim maupun non muslim.

Begitulah pandangan tentang khilafah yang berkembang di tengah-tengah para petinggi negara dan sengaja pandangan negatif ini terus diopinikan ke tengah-tengah masyarakat. Khilafah dianggap sebagai ancaman yang sangat begitu berbahaya sehingga harus dilawan. Bahkan harus dilawan dengan kekuatan militer. Opini ini terus berkembang di tengah masyarakat, sehingga tidak jarang lagi sebagian masyarakat khususnya umat Islam terpengaruhi dan akhirnya memandang negatif dan memusuhi ide khilafah yang nota Bene adalah ajaran Islam, ajaran agama yang diyakininya. Gambaran khilafah sebagai pemecah belah kesatuan bangsa terus digaungkan di tengah-tengah umat. Menjadikan masyarakat takut dan tak percaya dengan adanya sistem Khilafah, sistem pemerintahan warisan Rasulullah SAW.

Kewajiban kaum muslim untuk memperjuangkan khilafah diperingatkan oleh salah satu dalil yang diperlukan dalam hadis berikut

"Siapa saja yang mati dalam keadaan tidak ada baiat (ke Khalifah) di atas pundaknya, maka matinya mati Jahiliah" (HR Muslim).

Hadist ini mengandung perintah untuk mewujudkan Khalifah yang dibaiat oleh seluruh kaum Muslim. Karena hanya dengan adanya Khalifah akan ada baiat di atas pundak seluruh kaum Muslim. Adanya sifat jahiliah yang menentukan persyaratan itu sifatnya yang dikabarkan perlu dan hukumnya yang wajib.

Khilafah adalah kepemimpinan umum atas kaum muslim di seluruh dunia. Pada kenyataannya umat Islam saat ini sangat membutuhkan khilafah yang akan menerapkan hukum Islam secara Kaffah (Menyeluruh) yang bersumber dari Al-Qur’an, As-sunnah, Qiyas dan Ijmak Sahabat. Dengan Khilafah umat Islam akan bersatu, khilafah akan menjadi perisai umat dari berbagai penindasan dan kedzaliman yang tengah mendera umat saat ini. Sebaliknya tanpa khilafah kaum muslim akan tercerai berai dan terjadi kerusakan di berbagai sendi kehidupannya.

Dalam hadist Rasulullah bersabda:

“Dulu Bani Israel dipimpin Dan diurus Oleh para nabi. Jika para nabi itu telah wafat, mereka digantikan oleh nabi yang baru. Sungguh setelah aku tidak ada lagi seorang nabi, tetapi akan ada para khalifah yang banyak” (HR al-Bukhari dan Muslim).

Sudah saat nya Umat Muslim di seluruh dunia bangkit dari keterpurukan, saatnya umat sadar bahwa selama ini sistem pemerintahan yang digunakan adalah sistem Kufur, sistem pemerintahan yang telah mencampakan hukum-hukum yang datang dari Allah SWT, dan menggantinya dengan hukum buatan manusia. Sistem Demokrasi bukanlah berasal dati Islam, demokrasi lahir dari ideologi kapitalis/sekuler. Demokrasi telah merampas dan mengambil hak-hak Allah sebagai pencipta dan pengatur seluruh alam semesta dan kehidupan. Padahal Allah SWT lebih tahu Hukum yang terbaik bagi Manusia.

Demokrasi menjadikan suara mayoritas lebih penting daripada Firman Allah dan Sabda Rasulullah SAW. Padahal hal ini sudah Allah kabarkan dalam Al Qur'an (Q.S Al An'am ayat 116) :

“Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah)”.

Apakah pernyataan Allah itu bisa dihubungkan dengan sistem demokrasi ? tentu bisa, bagi orang-orang yang berakal dan juga berpikir. Berapa banyak dalam demokrasi hukum-hukum dan kebijakan-kebijakan dibuat atas kehendak hawa nafsu dan kepentingan segelintir orang yang berkuasa. Umat hanya di bohongi dengan janji-janji manis. Demokrasi juga menghabiskan banyak uang baik bagi negara ataupun bagi si calon-calon pemimpin dan juga wakil rakyat sehingga menghasilkan orang-orang munafik seolah malaikat yang janjinya akan mengangkat harkat martabat umat tapi nyatanya mereka bekerja untuk kepentingan-kepentingan pribadi dan kelompoknya sendiri.

Tentu hal ini harus dipertimbangkan oleh seluruh kaum muslim. Jangan sampai kaum muslim menjadi takut dan mengalami alergi dengan ide khilafah yang bersumber dari ajaran islam. Dan malah lebih memilih berhukum pada hukum Kufur buatan manusia. Ide khilafah harus diperjuangkan oleh seluruh kaum muslim karena merupakan ide yang membawa solusi tunggal bagi seluruh kaum muslim saat ini. Allah sudah menjanjikan kaum muslim akan dimenangkan dari posisinya yang terpuruk saat ini. Hal itu hanya bisa terjadi mana kala kaum muslim tetap berpegang teguh terhadap ajaran islam yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW dan mengamalkannya dalam kehidupan melalui hubungan khilafah.

 Wallahua'lam bi ash-shawab. []

    

Posting Komentar

0 Komentar