Ramadhan Tanpa Khilafah, Gaza Berlumur Darah

Oleh : Yani Riyani (Ibu Rumah tangga, pembelajar Islam Kaffah)

Tidak terasa Ramadhan telah memasuki hari ke delapan, di Indonesia alhamdulillah kita masih bisa melaluinya dengan tenang dan aman, tidak seperti di negeri muslim lainnya terutama di jalur Gaza.

Jalur Gaza adalah perbatasan yang tersisa yang sebelumnya penduduknya masih bisa melakukan aktivitas bercocok tanam dan masih menghasilkan tanaman sayuran dan buah-buahan, tetapi di tahun 2019 ini bertepatan dengan bulan Ramadhan kembali Israel membom wilayah rafah di jalur Gaza, banyak korban berjatuhan tak terkecuali anak-anak juga perempuan. 

Saat ini militer israel mengakui sudah menembaki ke 320 titik di wilayah Gaza sebagai sasaran berbasis milisi (serangan liar).

Ramadhan semestinya membuat umat makin bersemangat untuk mewujudkan kemuliaan umat dan persatuan hakiki dibawah naungan Islam. Akan tetapi harapan itu masih membutuhkan perjuangan umat muslim di seluruh dunia untuk bersatu dalam memperjuankannya. Oleh karena itu umat sangat merindukan kepemimpinan seorang khalifah yang mengusung sistem Islam kaffah untuk segera menyelesaikan segala macam konflik yang menimpa seluruh umat Islam di dunia yang sedang mengalami penyiksaan baik secara pemikiran juga fisik yang membuat umat muslim menderita, juga karena ketiadaan khilafah umat muslim di berbagai belahan dunia tiada perlindungan untuk melakukan segala aktivitas di bulan Ramadhan tahun ini. 

Begitu banyak umat muslim tidak bisa melalui ibadah dengan tenang khususnya bagi umat Muslim di Palestina juga umat muslim di Uighur-Cina, juga di belahan Afrika Selatan sangatlah membuat kita miris. Hanya dengan sistem islamn yang bisa memberikan ketenangan dalam menjalankan ibadah, semoga tahun ini adalah tahun Ramadhan terakhir khilafah.

Walahua'alam bi as-showab

Posting Komentar

0 Komentar