Ramadhan : "Mana Bukti Rindumu? "


Oleh : Lilik Yani


Ketika masuk waktu Rajab, semua orang berdoa kepada Allah. Memohon agar diberikan berkah di bulan Rajab dan Sya'ban, dan diijinkan untuk bertemu bulan Ramadhan. 


// Disambut dengan Gembira //


Ketika aku (bulan Ramadhan) akan datang, sambutan untukku sangat menggembirakan.


Sungguh, aku menjadi tersanjung dengan sambutan, "Marhaban Yaa Ramadhan". Aku didaulat sebagai tamu agung, hingga seantero negeri menyambut kehadiranku.


Di kantor, di mall, di tepi jalan, apalagi di masjid, hampir semua ada tulisan Marhaban Yaa Ramadhan. Di sini terasa betapa ada kerinduan sangat besar dari umat untuk bertemu denganku.


// Mengapa umat rindu padaku //


Allah menciptakanku sebagai bulan suci, bulan penuh berkah, bulan perjuangan, bulan penuh rahmat, bulan maghfirah, bulan pembebasan dari neraka,  bulan diturunkan al-Qur'an. Dan masih banyak lagi sebutan buatku.


Dengan iming-iming sebanyak itukah sehingga umat rindu padaku? Jika tanpa semua itu, tidak cukupkah umat untuk menjalankan ibadah itu karena Allah? Sebagai bukti ketaatan kepada sang Khaliq?


Allah sangat tahu karakter makhluk ciptaanNya. Kita akan senang jika menjalankan perintah itu karena ada hadiah. Maka Allah sudah siapkan banyak pahala sebagai hadiah bagi umat yang taat perintah Allah.


Baiklah manusia, sekarang kalian sudah bersamaku. Apa yang akan lakukan bersamaku? Yang pasti, aku akan terus berjalan tanpa kalian bisa kendalikan aku sedikitpun. Aku terus melaju sesuai perintah Allah. Karena aku hanya taat kepada Allah Rabb-Ku.


// Suasana Di Awal Ramadhan //


Sungguh menyenangkan melihat kalian berbondong-bondong menuju masjid untuk menunaikan sholat tarawih berjamaah. Tua muda, remaja, bahkan anak-anak tampak gembira berjalan bersama ayah bundanya.


Masjid penuh jamaah. Shof-shof rapat terisi jamaah dengan rapi. Bahkan takmir harus menambah karpet untuk digelar di halaman masjid. Untuk jamaah yang masih hilir mudik datang. Aku jadi senang membersamainya.


Dilanjut tadarus al-Qur'an. Sungguh terasa sangat syahdu karena semua hati masih terpaut dengan hadirnya Ramadhan yang dirindukan. Suasana yang sangat berbeda dibanding hari-hari sebelumnya. Bukti cinta Allah.


Andai setiap hari ada bulan Ramadhan. Setan dibelenggu. Pintu surga dibuka. Pintu neraka ditutup. Kemudian lingkungan yang mendukung. Terasa nikmat untuk ibadah.


Saat siang hari, untuk menghormati bulan suci Ramadhan, maka warung dan restoran tutup. Baru tampak buka saat sore hari, menyiapkan makanan buat orang berbuka puasa. Alhamdulillah masih ada toleransi.


// Sampai Kapan Rasa Rindu Itu? //


Duhai manusia, ketika Ramadhan jalan sepekan. Rasa rindumu sudah mulai berkurang. Orang-orang yang datang ke masjid tidak sebanyak di awal Ramadhan. Terbukti shof-shof semakin maju. Jamaah yang datang untuk sholat taraweh mulai berkurang. 


Lantas kemana mereka? Sudah tidak adakah rasa rindu? Wow, ternyata mereka pindah ke tempat lain. Restoran jadi ramai. Dapat berkah Ramadhan. Mereka datang untuk buka bersama dengan teman-temannya.


Grup medsos menjadi sarana terkumpulnya lagi mereka yang berpisah. Acara buka bersama dipakai alasan untuk bisa bertemu. Mulai teman SD, SMP, SMA, hingga teman kuliah. Teman mengaji, teman arisan, hingga teman bisnis. 

Semua dapat jatah buka bersama, setiap hari.


Kemudian mall juga mulai bergeliat. Tempat yang ditata menarik dan ada promo discont besar. Maka jamaah masjid mulai tergoda hatinya. Padahal sang penggoda sudah dibelenggu lho, tapi kok masih banyak godaan. Ternyata seleksi alam sudah mulai berjalan.


// Seruan Allah Hanya Untuk Orang Beriman //


"Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan untuk kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan kepada orang-orang sebelum kalian. Agar kalian bertaqwa." (TQS Al Baqarah : 183)


Duhai manusia, seleksi alam terjadi. Banyak jamaah mulai berguguran. Memilih resto dan mall yang dipandangnya lebih indah, daripada taat perintah Allah bersamaku.


Apa mereka lupa dengan doa yang diucapkan setiap hari sejak bulan Rajab? Yang memohon kepada Allah agar dipertemukan denganku?


Apalagi seruan Allah hanya untuk orang beriman. Jadi yang berguguran karena di dalam dadanya tidak merasa ada sentuhan iman. Maka tidak heran jika mereka lebih memilih hiruk pikuk dunia dibanding aneka hadiah dari Allah.


// Ketika masuk 10 Ramadhan, masih adakah rindu? //


Jamaah yang ke masjid untuk sholat taraweh semakin berkurang. Yang masih hadirpun, mulai tidak khusyuk karena terbayang membeli baju lebaran yang akan dikenakan. Yang tadarus al-Qur'an tinggal para sesepuh (orang yang sudah tua). Karena yang muda buru-buru lari menuju tempat pembelanjaan.


Suasana mall, pasar tradisional dan bazar dadakan semakin menarik untuk dikunjungi. Sebagian karyawan sudah terima tunjangan hari raya, jadi banyak yang berburu oleh-oleh buat dibawa ke kampung halaman.


Saat siang hari, warung dan restoran sudah tidak sungkan lagi untuk menjajakan dagangannya terbuka tanpa tabir lagi. Mereka lupa makna toleransi. Padahal saudara muslim masih menjalankan ibadah puasa.


Duhai manusia, mana kerinduan yang meletup-letup saat awal bertemu denganku? Semudah itukah kalian melupakanku?

Doamu yang kau panjatkan setiap hari, setelah dikabulkan Allah bertemu denganku. Hanya sekejap kalian mesra denganku, lalu kau tinggalkan aku.


// Biarlah Aku Bersama Yang Masih Rindu //


Duhai manusia, aku tetap melaju walau tanpamu. Jika kalian lupa dengan doamu, dan memilih kesenangan dunia. Maka biarlah aku bersama saudaramu yang masih rindu denganku.


Aku akan terus membersamainya dengan banyaknya hadiah Allah yang dititipkan padaku. Mereka yang masih khusyuk sholatnya. Mereka yang masih rajin sholat malam. Mereka yang terus semangat tadarus, membaca kalam Allah. Mereka yang berharap ada syafaat dari setiap huruf yang dibacanya.


Mereka yang semakin cepat menyerahkan sebagian hartanya untuk siapkan takjil buat orang berbuka puasa, juga untuk santuni anak yatim agar ikut gembira saat idul fitri.


Mereka yang terus mengendalikan hawa nafsunya, untuk tetap taat kepada Allah, walau godaan lingkungan semakin besar. Tapi mereka memilih bersamaku, menikmati setiap detikku hanya untuk ibadah kepada Allah. Karena mereka ingin meraih derajat yang tinggi yaitu menjadi hamba yang bertaqwa.


// Pesanku Buatmu //


Duhai manusia, walau kalian banyak yang melupakanku. Walau rasa rindumu kepadaku sudah luntur. Walau bukti rindumu tidak sehangat dulu.

Ternyata Allah al-ghofur masih memaafkanmu.


Kalian diberi kesempatan untuk memperbaiki diri lagi. Masih ada belasan hari di bulan Ramadhan.

Bisa kalian maksimalkan untuk menambal ibadah yang masih lubang. Bisa untuk menunaikan program ibadah Ramadhan yang belum kalian wujudkan.


Duhai manusia, sungguh Allah sangat baik kepada kalian. Tidak ada sebersitpun pikiran untuk menganiaya kalian, padahal kalian sudah begitu jauh melupakan dan mengabaikan perintahnya. Tetapi Allah hanya menghendaki kebaikan yang terjadi buat hambaNya.


Hadiah-hadiah Ramadhan yang sudah dipersiapkan, hanyalah diperuntukkan kalian yang merespon seruan Allah. Dalam bentuk ketaatan pada aturan Allah. Dengan menjalankan perintahNya dan menjauhi semua laranganNya.


Duhai manusia, aku tetap melaju sampai batas yang ditetapkan Rabb-Ku. Jika kalian segera sadar atas kesalahan kemudian bertaubat kepada Allah. Maka akan ku tunggu kalian. 


Ingat ya. Mumpung masih diberi kesempatan sama Allah. Bertemu denganku. Bulan penuh berkah, rahmat dan ampunan. Bulan yang Allah mengobral dosa. Bulan yang di dalamnya al-Qur'an  diturunkan sebagai pedoman hidup.


Jangan sia-siakan kesempatan ini. Belum tentu kita akan bertemu kembali. Kalaupun tahun depan aku masih diijinkan hadir. Tapi apakah ada jaminan kalau kalian masih ada. Siapa yang bisa menjamin kalau masih hidup tahun depan dan bisa bertemu Ramadhan?


Tidak seorangpun bisa menjamin bahwa dirinya masih hidup tahun depan. Kalaupun masih hidup, tidak ada jaminan kondisinya sehat dan mempunyai waktu luang, untuk bisa menjalankan ibadah Ramadhan.


Maka dari itu, jika masih diberi kesempatan oleh Allah, manfaatkan sebaik mungkin. Maksimalkan peluang ini dengan ibadah sebaik mungkin. Semoga Allah memberi kemudahan semua urusan kalian dan memudahkan kalian dalam menjalankan ibadah Ramadhan ini dengan hati gembira dan bersemangat. 


Semoga Allah meridloi kalian semu dan menjadikan kalian sebagai hamba Allah yang bertaqwa.


Wallahu a'lam bisshawab. 



Surabaya, 16 Mei 2019


#RamadhanBulanAmpunan

#RamadhanMomentumTaat

#RinduRamadhanRinduItikaf

#RinduLailatulQadr

#MesraBersamaRamadhan17

#ManaBuktiRindumu







Posting Komentar

0 Komentar