Ramadan: Tak Sekedar Bukber


Oleh: Enok Badriyah*



Bukber (Buka Bersama) biasanya kerap diadakan pada Bulan Ramadan. Bulan Ramadan memiliki makna yaitu Bulan yang suci dan bulan yang mulia. Bulan di mana seluruh Umat Islam diwajibkan untuk berpuasa .


Allah SWT berfirman:

يٰٓـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْکُمُ الصِّيَامُ کَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِکُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ


"Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,"

(TQS. Al-Baqarah 2: Ayat 183)



Puasa (Saum) merupakan salah satu rukun Islam. Adapun pengertian puasa adalah menahan atau mencegah. Menahan diri dari makan dan minum serta segala perbuatan yang bisa membatalkan puasa, mulai terbit fajar hingga terbenamnya matahari .


Setelah berpuasa seharian, tentunya banyak orang yang menunggu waktu berbuka puasa. Salah satu tradisi yang sering dilakukan ketika Bulan Ramadhan adalah Bukber (Buka Bersama).


Rutinitas berbuka puasa tidak akan menarik jika dilakukan sendiri. Bukan begitu? karena pada hakekatnya manusia adalah makhluk sosial makhluk yang saling membutuhkan satu sama lain.


/Bukber memiliki nilai positif yaitu untuk menjalin dan mengikat silaturahmi sesama muslim/


Bukber memang memiliki sebuah nilai positif, namun tak selamanya bernilai positif. Akhir-akhir ini kita sering melihat orang-orang masa kini dengan bukber  yang dibaluti dengan kemaksiatan. Banyak anak-anak remaja yang acara bukbernya  diadakan di sebuah tempat karaoke, di mana mereka berkumpul, bernyanyi dan berjoged dengan lawan jenis yang bukan makromnya.


Dari segi tempat saja mereka memilih tempat yang dibilang "Wah" . Entah itu di restauran, cafe atau tempat makanan cepat saji, bukahkah itu sangat berat di kantong? Acara bukber itu hanya sebatas datang, ngobrol dan makan .Tidak ada hal yang menarik atau konsep yang bagus diacara bukber tersebut.


Pernahkah terlintas memikirkan sejenak sodara-sodara kita yang terzalimi seperti di Gaza mereka merasakan awal Ramadan dengan  letusan bom, meriam bahkan nyawa mereka jadi taruhannya. Menelan 6 korban termasuk dari kalangan perempuan hamil, bayi dan anak-anak. (Kumpara. Com)


Kita di sini seringnya keasyikan mengobrol, banyak orang tidak melakukan aktifitas kewajiban lainnya seperti Shalat Maghrib. Disibukkan dengan bercanda gurau dan foto-foto.


Banyak yang mengelak dengan cara nanti Shalat Maghrib, salat Isya dan saalat taraweh di rumah saja.Tapi bukankah seharusnya buka puasa bersama saling meningkatkan iman dan takwa.


Jangan sampai semuanya malah kompak melupakan Ibadah yang lainnya dan kompak melupakan Allah, bisa jadi buka puasa bersama berubah menjadi maksiat bersama karena lupa akan kewajiban yang lainnya. Itulah fenomena bukber masa kini. Ketika Bukber jadi ladang maksiat. Ketika bukber jadi ladang perzinahan.


Ketika Bukber jadi lupa ibadah wajib dan sunnah lainnya. Yuk kita ubah bukber masa kini menjadi bukber yang berkah, bukber yang memiliki nilai positif dan bermanfaat bagi orang banyak .


Tidak menganggap bahwa tempat restauran, cafe dan makanan cepat saji adalah tempat yang tidak baik. Alangkah baiknya kita berbuka puasa ditempat yang amat sangat baik yaitu di Masjid dengan mendengarkan tausiah dan salat berjamaah .


Berbuka puasa bersama dengan anak-anak yatim piatu ,orang-orang fakir dan miskin. Jadi ubah buka puasamu yang tadinya unfaedah menjadi berfaedah ya !.

Wallahu'alam


*Komunitas Karimah (Kajian Remaja Muslimah) Cikampek


Posting Komentar

0 Komentar