Penindasan Muslim di Palestina Tak Kunjung Usai

Oleh: Silvi Sephiani Pratiwi


Memasuki bulan Suci Ramadhan tahun 1440 H, penindasan yang dilalukan Zionis Israel terhadap Muslim di Palestina terus terjadi, mereka menodai bulan suci ini dengan aksi kebrutalan mereka terhadap kaum muslimin di Palestina. Muslim di Palestina menyambut Ramadhan dengan dentuman Bombardir dan Roket Israel yang terus menghantam kawasan Gaza. Ketenangan untuk menunaikan ibadah puasa pada Ramadhan 1440 H tampaknya belum bisa dirasakan warga Jalur Gaza, Palestina. Mereka diliputi was-was karena gempuran rudal dari militer Israel dalam beberapa hari terakhir.

Diberitakan AFP, hingga Minggu (5/5) malam, roket Israel terus menghantam kawasan Gaza. Akibatnya 23 warga Gaza meninggal dunia. Termasuk di antaranya seorang perempuan yang sedang mengandung dan seorang bayi. Serangan dari tank dan rudal udara Israel mulai menggempur Gaza sejak Sabtu (4/5) (kumparanNEWS).



Permusuhan Terhadap Islam


Semua tindakan mereka bukan suatu yang aneh. Sebab begitulah sikap kaum kafir terhadap kaum Muslim pada umumnya. Kebencian mereka terhadap kaum Muslim dengan jelas diberitakan dalam firman-Nya: 

Sungguh kamu akan mendapati manusia yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah kaum Yahudi dan orang-orang Musyrik (TQS Al-Maidah[5]:82).


Mereka (Kaum kafir) tidak pernah berhenti memerangi kalian (kaum Muslim) sampai mereka bisa mengembalikan kalian dari agama kalian (pada kekafiran) andai saja mereka sanggup (TQS Al-Baqarah[2]:217).


Demikianlah kebencian dan permusuhan kaum kafir dan musyrik terhadap kaum Muslim, yang terus menindas kaum Muslim di Palestina.


Wajib Menolong Muslim Palestina


Krisis yang terjadi di Palestina bukanlah semata-mata krisis kemanusiaan semata. Krisis di Palestina adalah krisis yang diakibatkan oleh perampasan tanah air dan kedaulatan rakyat Palestina. Tetapi anehnya dunia sepertinya diam tak berdaya untuk menghentikan ini semua. Lembaga dunia seperti PBB tidak bisa berbuat apa-apa, begitu pula kaum Muslimin di berbagai belahan negeri mereka hanya mampu mengecam dan memberikan bantuan kemanusiaan. Tanpa mampu memberikan bantuan yang real yang mampu mengusir biang keladi dan sumber masalah di negeri Palestina, yaitu zionis Israel yang telah merampas kemerdekaan dan kedaulatan rakyat Palestina.


Diamnya kita dan ketidakmampuan kita sebagai sesama kaum Muslimin untuk menolong saudara kita yang tertindas, adalah suatu tindakan yang kelak akan dimintai pertangungjawaban oleh Allah SWT. Karena perintah Allah kepada kaum Muslim sangat jelas tercantum dalam Al Qur'an. Saat saudara kita ditindas dan meminta pertolongan, kaum Muslim wajib memberikan pertolongan kepada mereka. Allah SWT berfirman: 

Jika mereka meminta pertolongan kepada kalian dalam (urusan pembelaan) agama maka kalian wajib memberikan pertolongan (TQS Al-Anfal[8]:72).


Untuk mengusir pasukan Israel dari tanah Palestina diperlukan mobilisasi pengiriman pasukan militer yang banyak dan kuat. Kaum Muslimin di berbagai negeri wajib mengirimkan bantuannya, dengan mengirimkan bala tentaranya. Tapi untuk saat ini solusi ini sulit dilakukan karena negeri-negeri kaum Muslimin tersekat oleh batas-batas Nasionalisme, yang membuat kaum Muslimin sulit bersatu. Dan kondisi ini pun yang menjadi kendala untuk pengiriman pasukan militer ke Palestina.


Dunia Butuh Khilafah


Semua realita di atas menambah daftar panjang betapa besarnya  penderitaan umat Islam saat ini. Sebab Palestina tak sendirian. Nasib serupa juga dialami oleh Muslim Rohingnya, Pattani Thailand, Uighyur, Moro Philiphina, Suriah dan lain-lain. Semua penderitan kaum Muslim semakin menguatkan bahwa betapa sangat butuhnya Umat terhadap Khilafah.

Mengapa Khilafah? Tentu karena umat Islam di berbagai wilayah mengetahui bahwa keselamatan mereka hanya ada pada Islam, juga pada kekuasaan Islam (Khilafah).Sebab Khilafah adalah perisai/pelindung sejati umat Islam. Ini juga ada pada sabda Nabi saw.: Sungguh Imam (Khalifah) itu laksana perisai. Kaum Muslim akan berperang dan berlindung di belakang dia (HR al-Bukhari dan Muslim).

Mengapa hanya Imam/Khalifah yang disebut sebagai junnah (perisai)? Karena dialah satu-satunya yang bertanggung jawab untuk melindungi umat, mengurusi umat dan memenuhi segala kebutuhan umat. Sebagaimana dijelaskan dalam sabda Nabi saw.:Imam/Khalifah itu pengurus rakyat dan hanya dia yang bertanggung jawab atas rakyatnya (HR al-Bukhari dan Muslim).

Menjadi junnah (perisai) bagi umat Islam khususnya dan rakyat umumnya meniscayakan Imam/Khalifah harus kuat, tangguh berani dan terdepan. Bukan orang yang tak berani, pengecut dan lemah. Kekuatan ini bukan hanya pada diri pribadinya, meskipun dia beriman, berilmu dan dia memenuhi semua syarat menjadi seorang Khalifah, tetapi pada institusi negaranya, yakni Khilafah. Disinilah kekuatan institusi negara Khilafah dibangun karena pondasi pribadi (Khalifah) dan negara (Khilafah)-nya sama, yaitu akidah Islam. Inilah yang ada pada diri kepala Negara Islam pada masa lalu, baik Nabi saw. maupun para khalifah setelah beliau.

Wallahu A’lam bi ash-Showab



Posting Komentar

0 Komentar