Managemen Ramadhan


Oleh : Lilik Yani 


Bulan Ramadhan adalah bulan berburu pahala, dengan menyemai benih kebaikan dan mengerjakan amal sholeh sebanyak-banyaknya. Untuk di panen saat di akherat kelak.


Agar bisa mengisi setiap detik Ramadhan dengan maksimal diperlukan managemen yang bagus. Sehingga tidak ada waktu yang terbuang sia-sia. 


// Setiap Orang Mendapat Kesempatan Sama //


Setiap orang mempunyai kesempatan atau peluang yang sama untuk mengisi bulan Ramadhan. Semua mendapat jatah hari yang sama dalam satu bulan Ramadhan yaitu 29 atau 30 hari.


Apakah itu orang kaya atau miskin, pejabat tinggi atau karyawan biasa, orang tua atau dewasa, laki-laki atau perempuan. Peluang untuk beribadah di bulan Ramadhan adalah sama. 


Tapi kenapa hasil yang diraih berbeda? 

Ada yang menjalankan dengan penuh semangat, ada yang malas-malasan asal gugur kewajiban saja. Bahkan ada yang sengaja tidak mengerjakan perintah Allah untuk berpuasa padahal hukum puasa  Ramadhan adalah wajib. Karena wajib jika sengaja meninggalkan tanpa ada alasan syar'i maka akan kena dosa. 


Bagi yang menjalankan ibadah antara yang bersemangat dengan yang sekedar gugur kewajiban tentu nilai pahala yang diperoleh berbeda.


Masalah pahala biarlah Allah yang mengatur. Tugas kita adalah mengisi setiap detik Ramadhan dengan sebanyak mungkin amal kebaikan dan tidak membiarkan detik Ramadhan lewat tanpa ada karya baik yang kita torehkan.


// Nikmat yang Menipu Manusia //


"Ada dua nikmat yang banyak manusia tertipu yaitu nikmat sehat dan waktu senggang." ( HR Bukhary No 6412)


Banyak orang sehat tapi terlalu sibuk dengan urusan dunianya sehingga waktu lewat sia-sia, tanpa bisa beribadah dengan baik. Apalagi bulan Ramadhan yang setiap detiknya sangat berharga jika tidak diisi amal sholeh maka kita akan rugi.


Sebagian orang mempunyai waktu luang tetapi tubuhnya sakit. Sehingga tidak bisa menjalankan ibadah. Betapa mereka sangat menginginkan untuk bertemu bulan Ramadhan. Sejumlah agenda Ramadhan sudah direncanakan dengan matang. Ternyata saat Ramadhan tiba, mereka diuji dengan sakit yang membuatnya tidak bisa beribadah dengan maksimal.


Sebaliknya ada orang yang sehat dan mempunyai waktu luang tapi hanya menjalankan ibadah Ramadhan sekedarnya, asal gugur kewajiban. Hingga waktu Ramadhan hanya diisi dengan nonton TV, main game, shopping kebutuhan lebaran, bergosip ria. Ada juga yang diisi dengan banyak tidur dengan alasan tidur orang berpuasa itu dinilai ibadah.


Atau bahkan melawan perintah Allah dengan meninggalkan kewajiban berpuasa dan ibadah lain, tapi mereka ikut bergembira saat lebaran tiba. Mereka tidak takut sama sekali dengan siksa Allah.


Hingga mereka menjadi orang yang rugi karena tidak mendapat apa-apa dari bulan Ramadhan yang seharusnya penuh berkah dan maghfirah itu.


// Bagaimana Menjadi Manusia Beruntung? //


Jika manusia mendapat dua nikmat itu yaitu sehat dan waktu luang, maka hendaknya bersyukur atas karunia itu. Karena tidak semua orang mendapat kesempatan atau waktu luang dan kesehatan bersama-sama. Apalagi di bulan Ramadhan seperti ini.


Bentuk syukurnya adalah dengan melaksanakan perintah Allah dan menjauhi semua larangan Allah.

Apalagi saat Allah menyediakan banyak pahala untuk para hambaNya. Maka sudah sepantasnya kita merespon seruan Allah itu dengan penuh ketaatan. 


Siang kita berpuasa Ramadhan, malam kita jalankan shalat tarawih berjamaah di masjid, kemudian tadarus al-Qur'an, dengan saling menyimak bersama-sama. Bisa juga dengan tilawah sendiri di masjid, di rumah maupun di tempat kerja. 


Menyisihkan sebagian rezeki untuk saudara yang membutuhkan. Banyak doa dan dzikir di setiap kesempatan. Dan masih banyak ibadah Ramadhan lain yang bisa mendatangkan banyak pahala.


Begitu pula harus meninggalkan maksiat. Hal-hal yang bisa membatalkan atau mengurangi nilai pahala harus diperhatikan. Bicara bohong atau bergosip memang tidak membatalkan puasa tapi nilai pahala yang berkurang.


// Perlu Managemen Waktu //


Agar semua agenda Ramadhan berjalan dengan baik, setelah kita bersyukur atas dua nikmat yaitu waktu luang dan nikmat sehat. Yang perlu kita perhatikan adalah managemen waktu.


Kita tahu bahwa waktu itu akan terus melaju tanpa bisa kita hentikan, untuk menunggu kita masih bersantai dulu. Tentu tidak bisa. Karena waktu akan terus berputar dengan atau tanpa kita isi dengan amal sholeh.


Demikian pula waktu bulan Ramadhan. Dia juga terus berputar. Apakah kita isi dengan ibadah atau hanya bersantai menunggu bedug maghrib tiba, Ramadhan terus berjalan.


Maka dari itu saudaraku, mari kita manage waktu Ramadhan ini dengan semaksimal mungkin. Kita buat agenda, ibadah-ibadah apa yang akan kita lakukan. Amal kebaikan apa yang kita isikan di setiap detik Ramadhan. Karya terbaik apa yang akan kita tuangkan di waktu Ramadhan ini.


Kita buat skala prioritas. Kapan saat nyaman untuk tilawah al-Qur'an, membaca literasi islam untuk menambah tsaqofah keislaman, dzikir dan doa di waktu-waktu mustajabah.


Jangan dilupakan juga amalan sosial, agar bisa berinteraksi dengan orang lain seperti datang ke majelis ilmu untuk belajar ilmu Islam, berdakwah untuk amar ma'ruf nahi munkar, menjalin silaturahim ke tetangga atau saudara. 


Semua itu insyaaAllah akan berjalan dengan baik jika membuat pengaturan dan perencanaan yang tepat. Itulah mengapa perlunya ada managemen waktu apalagi untuk bulan Ramadhan. Jangan biarkan ada detik Ramadhan kita biarkan berlalu tanpa amalan terbaik.


// Menjadi Manusia Bahagia //


Saudaraku, dengan kita membuat managemen waktu Ramadhan maka agenda ibadah yang kita rencanakan akan berjalan dengan baik dan teratur. Hati kita juga akan nyaman karena ada program. Sehingga ibadah juga tenang, tidak terburu-buru. Tidak bingung, mau mengerjakan apa setelah ini.


Hingga yang kita rasakan adalah hati nyaman dan bahagia. Karena sudah berupaya mengisi setiap detik Ramadhan dengan amal kebaikan dengan niat murni karena Allah swt dan sesuai teladan Rasulullah saw.


Saudaraku, mari saling mendoakan. Semoga kita diberi kesehatan dan dimudahkan mengisi setiap detik Ramadhan dengan amal sholih dan mendapat ampunan dari Allah. Hingga Allah meridloi kita semua dan menjadikan kita sebagai hamba yang bertaqwa. 


Wallahu a'lam bisshawab



Surabaya,  13 Mei 2019


#RamadhanBulanPerjuangan

#PentingnyaManagemenRamadhan

#MesraBersamaRamadhan14












Posting Komentar

0 Komentar