Khilafah Jadi Kambing Hitam Dalam Pertarungan Demokrasi

Oleh : Yeni 

(Aktivis Dakwah Lubuk Pakam)


 Akhir - akhir ini khilafah sedang menjadi topik yang hangat untuk diperbincangkan. Ada Pro dan Kontra. Banyak pihak yang beranggapan khilafah itu sangat bertentangan dengan pancasila, dan tidak sesuai dengan ideologi bangsa indonesia.


   Menteri koordinator politik hukum dan keamanan,wiranto menyebutkan sejumlah ancaman yang mengganggu kesatuan dan persatuan bangsa dan salah satunya kelompok khilafah yang disebut masih memboncengi dalam perhelatan pemilu 2019 kemarin. (Viva.co.id)


Yang baru kemarin kita bubarkan, kita akan dijadikan negeri khilafah, ada. Tidak akui nasionalisme, tidak akui Pancasila, NKRI, kita bubarkan. Tapi sekarang masih bonceng lagi, dalam keruwetan pemilu kita. Ada," kata Wiranto di Grand Paragon, Jakarta, Kamis 16 Mei 2019.


     Dari pernyataan diatas nampak bahwa ketakutan petahanan yang mengkriminalisasi khilafah dan dijadikan alat untuk dapat memukul lawan, tetapi yang terjadi umat semakin penasaran dengan Khilafah, dan khilafah makin dikenal oleh banyak pihak. Dari masyarakat awam sampai mahasiswa.


    Mereka selalu membuat opini negatif tentang khilafah secara masif sehingga menimbulkan phobia di tengah - tengah masyarakat, karna mereka salah mengartikan apa itu khilafah. Oleh karena itu, Umat harus dipahamkan bahwa khilafah adalah janji allah SWT dan merupakan mahkota kewajiban. Khilafah ajaran Islam tak layak dikriminalisasi apalagi dikambinghitamkan dalam pertarungan sistem Demokrasi yang bobrok ini.


Seperti sabda Rasulullah saw.


    "... kemudian akan ada khilafah yang mengikuti tutunan kenabian setelah itu beliau diam."(HR.ahmad)


  Dan maka dari itu marilah kita menjadi para pejuang untuk menegak kan kembali khilafah, karna untuk memperjuangkan tegaknya khilafah merupakan kewajiban bagi kaum muslimin agar penerapan hukum - hukum allah SWT bisa diterapkan secara kaffah.


   Karena,tanpa khilafah seperti halnya dizaman ini. Bertindak untuk menegakkan kebenaran di sebut makar, membuka kebusukan rezim langsung di persekusi. Tidak ada perisai (Junnah ) yang melindungi umat. Tidak ada tempat untuk mengadukan Problematika umat dan mendapatkan solusi yang haqiqi.


Kembali tegaknya khilafah tidak dapat dihentikan karna itu sudah merupakan janji Allah swt. 

Allah SWT berfirman:


وَعَدَ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْ وَ عَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ لَـيَسْتَخْلِفَـنَّهُمْ فِى الْاَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْ ۖ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِيْنَهُمُ الَّذِى ارْتَضٰى لَهُمْ وَلَـيُبَدِّلَــنَّهُمْ مِّنْۢ بَعْدِ خَوْفِهِمْ اَمْنًا ۗ يَعْبُدُوْنَنِيْ لَا يُشْرِكُوْنَ بِيْ شَيْـئًــا ۗ وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذٰلِكَ فَاُولٰٓئِكَ هُمُ الْفٰسِقُوْنَ


"Allah telah menjanjikan kepada orang-orang di antara kamu yang beriman dan yang mengerjakan kebajikan, bahwa Dia sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka dengan agama yang telah Dia ridai. Dan Dia benar-benar mengubah (keadaan) mereka, setelah berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka (tetap) menyembah-Ku dengan tidak menyekutukan-Ku dengan sesuatu pun. Tetapi barang siapa (tetap) kafir setelah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik."

(QS. An-Nur 24: Ayat 55)


Yang dituntut dari kita adalah apakah kita ikut berjuang atau tidak untuk menegakkanya. Dan ini merupakan pilihan bagi setiap muslim dan muslimah. Menjadi seorang pejuang atau pecundang, atau bahkan menjadi penghalang. Tapi yang perlu di ingat bahwa,dengan atau tanpa kita, Khilafah akan tetap tegak

khilafah Ala Minhajji Nubuwwah.

Wallahu a'lam bis-shawwab.

Posting Komentar

0 Komentar