Kejayaan Islam itu Kepastian, Bukan Angan- angan

Oleh : Ecih Ummu Aisyah

(Member Akademi Menulis Kreatif)


Saat ini, di rezim ini isu khilafah dijadikan momok menakutkan. Tidak habis-habisnya setiap kekacauan selalu disangkut pautkan dengan khilafah, kekacauan pemilu era ini pun konon ditunggangi khilafah. Dicap makar dan menentang pancasila dan kebhinekaan. Para aktifisnya di kriminalisasi tanpa kasus yang pasti. Tororisme dan radikalisme selalu melekat pada pengemban dakwah ini.


Penolakan masif yang terjadi seolah Islam cukup menyangkut peribadatan saja. Silahkan shalat, puasa, zakat, naik haji. Itu tidak melanggar ketentuan negara. Tapi jangan sekali-sekali memasuki area ekonomi apalagi kenegaraan itu sikap makar yang menentang undang-undang.


Khilafah tidak cocok dengan pancasila, lantas harus dibumi hanguskan sampai keakar-akarnya.


Ketahuilah saudaraku

Sejarah mencatat, Khilafah adalah sistem pemerintahan Islam. Berjaya kurang lebih 13 Abad dan menguasai 2/3 dunia. Peradaban terbaik sepanjang sejarah adalah peradaban Islam, Ilmuan terbaik adalah ilmuan islam. Khilafah dimulai pada masa kenabian Muhammad SAW, dan terakhir diruntuhkan oleh Kammal att tatruk pada tanggal 3 Maret tahun 1927 Masehi di Turki pada masa khalifah utsmaniyah . 


Lantas mengapa kita menolak? Apakah Karena kita cinta Indonesia? 

Ketahuilah, khilafah pemersatu umat diseluruh penjuru dunia. Tanpa sekat negara kita disatukan, kita bersatu menjadi kekuatan yang tak terkalahkan.


Khilafah adalah kepastian, bukan angan angan

Kejayaannya akan kembali tegak pada akhir zaman, sebagaimana sabda Rasulallah SAW

 


بسم الله الرحمن الرحيم

حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ دَاوُدَ الطَّيَالِسِيُّ حَدَّثَنِي دَاوُدُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الْوَاسِطِيُّ حَدَّثَنِي حَبِيبُ بْنُ سَالِمٍ عَنِ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ قَالَ كُنَّا قُعُودًا فِي الْمَسْجِدِ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَكَانَ بَشِيرٌ رَجُلًا يَكُفُّ حَدِيثَهُ فَجَاءَ أَبُو ثَعْلَبَةَ الْخُشَنِيُّ فَقَالَ يَا بَشِيرُ بْنَ سَعْدٍ أَتَحْفَظُ حَدِيثَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْأُمَرَاءِ فَقَالَ حُذَيْفَةُ أَنَا أَحْفَظُ خُطْبَتَهُ فَجَلَسَ أَبُو ثَعْلَبَةَ فَقَالَ حُذَيْفَةُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَكُونُ النُّبُوَّةُ فِيكُمْ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ خِلَافَةٌ عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا عَاضًّا فَيَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا جَبْرِيَّةً فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ خِلَافَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ ثُمَّ سَكَتَ

(رَوَاهُ اَحْمَدُ)

 


“Nabi saw bersabda, Akan datang kepada kalian masa kenabian dan atas kehendak Allah masa itu akan datang. Kemudian, Allah akan menghapusnya, jika Ia berkehendak menghapusnya. Setelah itu, akan datang masa Kekhilafahan ‘ala Minhaaj al-Nubuwwah dan atas kehendak Allah masa itu akan datang. Lalu, Allah menghapusnya jika Ia berkehendak menghapusnya. Setelah itu, akan datang kepada kalian, masa  raja menggigit / raja yang dzalim  [mulkan ‘aadz-dzon]  dan atas kehendak Allah masa itu akan datang.  Lalu, Allah menghapusnya, jika Ia berkehendak menghapusnya.  Setelah itu, akan datang masa raja dictator / pemaksa (Mulkan Jabriyyatan) dan atas kehendak Allah masa itu akan datang;  lalu Allah akan menghapusnya jika berkehendak menghapusnya. Kemudian, akan datanglah masa Khilafah ‘ala Minhaaj al-Nubuwwah  (Khilafah yang berjalan di atas kenabian ) Setelah itu, beliau diam  [HR. Imam Ahmad. No. 17680].


Kapan akhir zaman tersebut?

Saat ini sudah masa akhir zaman. Zaman kita untuk kembali menyambut kemenangan dengan segenap keyakinan dan keImanan. Mereka orang-orang kafir sangat mempersiapkan kedatangan tuhan mereka (Dajjal) dengan segenap upaya dan usaha, merebut negara palestine dengan pembantaian. Mengincar Al Aqsa karena mereka meyakini ada sesuatu didalamnya. Lantas apakah kita hanya diam dan menyaksikan?


Marilah bersama berjuang, bersama menyambut kemenangan, bersama dalam barisan orang-orang pejuang syari'ah khilafah tegak dimuka bumi. Mari kita berIslam secara kaffah.


Wallahu a'lami bisyawab

Posting Komentar

0 Komentar