Kado Istimewa Bulan untuk Rakyat Indonesia

Oleh : Mesliani 

(Aktifis Muslimah peduli Umat wilayah Batang Kuis)

Menjelang bulan suci ramadhan , rakyat terus menjerit atas kenaikan sembako terus terjadi , seakan tak pernah berhenti. Termasuk yang tejadi pada tahun in seminggu menjelang ramadhan berbagai harga barang melejid naik. Mulai dari harga cabai , harga daging hingga harga dapur bawang putih . Semua kejar kejaran lomba lari ingin cepat naik . Padahal kalau dilihat rata rata pendapatan masyarakat kecil tidak pernah naik .

Berdasarkan data dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis ( PIHPS ) Nasional , sejumlah harga pangan mengalami peningkatan sepanjang bulan April 2019 . Misalnya harga bawang putih tercatat meningkat paling pesat , yaitu mmencapai 42,2 % per 30 april 2019 . harga rata rata nasional bawang putih dipasar tradisional adalah sebesar Rp 42.750 per kilo bahkan ada yang tercatat hampir mencapai harga 100 ribu per kilo seperti terjadi di Jambi.

Sementara pemerintah tidak ada upaya yang serius untuk mengatasi persoalan tersebut, selama negeri ini masih mengadopsi sistem kapitalis cara untuk mengantisifasi lonjakan harga pangan na ik maka mengambil langkah salah satu dan satu satunya dengan mengimpor stock dalam negeri yang dianggap mampu menyelesaikan masalah ini .

Stock pangan yang ada pada faktanya tidak selalu diiringi dengan daya beli masyarakat . artinya kesediaan tetap tidak memiliki pengaruh , sebab masyrakat tak memiliki kemampuan untuk memperoleh apa yang mereka butuhkan .

Disisi lain seharusnya para petani yang sejatinya merupakan bagian kelomok yang paling terpenting dan berjasa ddalam mengamankan stock pangan negara , namun pada akhirnya yang dirasakan petani malah gigit jari ketika negeri ini masih mengadopsi kebijakan impor yang tidak menjadi solusi yang akurat .

Pentingnya kita sadari bahwa permainan politik ekonomi di kapitalis adalah permainan yang begitu licik karena para penguasa telah dibacking oleh sistem dan rezim neolib yang lazim telah memanfaatkan kebutuhan umat , untuk mengambil keuntungan sebesar besarnya . Lagi lagi beban para masyarakat dan terutama para ibu rumah tangga telah membuat stress dengan naiknya sejumlah bahan pokok makanan.

Renungan bagaimana nasib para ibu ibu rumah tangga ?

Maka didalam sistem islam praktik kecuranagan yang merugikan umat akan dan dicegah oleh negara dengan sanksi yang berat bukan hanya ancaman basa basi saja. Negara yang memiliki kewibaan dan pradigma kepemimpinan yang shohih akan menerapkan sistem yang memudahkan umat dalam memenuhi dan mendapat kebutuhan dengan harga yang murah dengan sistem informasi pasar yang memadai dan penerapan sanksi yang tegas .

Islam melarang menimbun dengan menahan stock barang agar barang naik . Abu Umamah Al- Baihaqi berkata : " Rasulullah melarang penimbunan makanan . ( HR al Hakim dan Al - Baihaqi ) penjelasannya jika pedagang importir atau siapa pun yang menimbun barang , maka ia akan mengeluarkan barang dan memasukkannya kepasar sesuai kebutuhan . Pemimpin dalam islam wajib menerapkan kebijakan dalam mengatasi kelangkaan kebutuhan msyarakat seperti bahan pokok dengan memanfaatkan negara agraris secara optimal . Diantaranya pemberian subsidi untuk keperluaan sarana produksi pertanian.

Para petani diberikan berbagai bantuan , dukungan fasilitas dalam berbagai bentuk baik baik modal , peralatan , benih , tekhnologi , teknik budi daya , obat obatan, dan sebagainya . baik secara langsung atau subsidi. Maka seluruh lahan yang ada akan produktif. Negara juga akan membangun infrastruktur pertanian , irigasi , dan informasi komunikasi, sehingga arus distribusi lancar. Maka didalam sistem islam masalah pangan akan mampu menjamin kesetabilan harga pangan sehingga kesetabilan ekonomi akan dapat terwujud.

Wallahu’alam bi ashawab

    

Posting Komentar

0 Komentar