Junnah yang Dinanti

Oleh: Dewi Putri Handayani (Member Penulis Ideologis)

     

 Ramadhan adalah bulan yang bertabur pahala berlipat ganda. Bulan pengampunan atas dosa-dosa. Bulan yang didalamnya Allah menurunkan Al-Qur'an. Pedoman hidup manusia, yang menjadi sumber kebahagiaan mereka didunia dan diakhirat. Bulan yang dipenuhi denganJunnah.

      

Dalam hadits-hadits Rasulullah SAW, kata "Junnah" digunakan pada dua hal yaitu puasa dan pemimpin. Puasa ramadhan adalah Junnah, yakni perisai bagi seorang muslim agar senantiasa terjaga ketaatannya. Perisai yang akan menjadi pelindung yang melindungi di dunia dan juga di akhirat. Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda:

الصِّيَامُ جُنَّة

“Puasa adalah perisai” (HR. Bukhari dan Muslim).

      

Puasa sebagai perisai (ُ( جُنَّةbak pedang yang melindungi disaat perang. Perisai yang akan melindungi pelakunya di dunia dari nafsu syahwatnya yang merusak dan di akhirat dari siksa api neraka. Sebagaimana sabda Rasullah SAW:

قَالَ رَبُّنَا عَزَّ وَجَلَّ : الصِّيَامُ جُنَّةٌ يَسْتَجِنُّ بِهَا الْعَبْدُ مِنَ النَّارِ، وَهُوَ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِه


“Rabb kita ‘azza wa jalla berfirman, puasa adalah perisai, yang dengannya seorang hamba membentengi diri dari api neraka, dan puasa itu untuk-Ku, Aku-lah yang akan membalasnya” (H.R. Ahmad).

الصيام جنة من النار كجنة أحدكم من القتال


Artinya: “Puasa adalah perisai dari neraka, seperti perisai salah seorang diantara kamu dari peperangan”. (HR. Ahmad, al-Nasai, dan Ibnu Majah).

      Keberadaan puasa sebagai perisai juga sejalan dengan hikmah disyari'atkannya puasa, yakni agar terbentuk ketaqwaan kepada Allah SWT. Sebagaimana firman Allah SWT: 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa" (QS. Al-Baqarah: 183).

Sebab puasa sebagai junnah menjadi perisai bagi individu agar terhindar dari kedurhakaan yang bisa mencederai taqwanya kepada Allah SWT. Hanya saja, tentu tak cukup hanya ketaqwaan individu yang terbentuk dan meningkat. Namun, dibutuhkan dan diwajibkan yang adanya ketaqwaan kolektif, yaitu ketaqwaan keluarga, masyarakat, dan negara. Negara harus senantiasa menjaga suasana ketaqwaan warga negaranya. Sehingga seorang pemimpin juga dikatakan sebagai Junnah. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda: 

إنَّمَا الْإِمَامُ جُنَّةٌ يُقَاتَلُ مِنْ وَرَائِهِ وَيُتَّقَى بِهِ، فَإِنْ أَمَرَ بِتَقْوَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ وَعَدَلَ كَانَ لَهُ بِذَلِكَ أَجْرٌ، وَإِنْ يَأْمُرْ بِغَيْرِهِ كَانَ عَلَيْهِ مِنْهُ

“Sesungguhnya pemimpin (khalifah) itu (laksana) perisai, dimana (orang-orang) akan berperang di belakangnya (mendukung) dan berlindung (dari musuh) dengan (kekuasaan)nya. Jika seorang pemimpin (Khalifah) memerintahkan supaya takwa kepada Allah ’azza wajalla dan berlaku adil, maka dia (khalifah) mendapatkan pahala karenanya, dan jika dia memerintahkan selain itu, maka ia akan mendapatkan siksa.” (HR. Al-Bukhari, Muslim, An-Nasa’i, Abu Dawud, Ahmad).

Namun, apakah pemimpin saat ini bisa dikatakan sebagai Junnah?

     

 Bulan Ramadhan adalah bulan suci umat islam, untuk melaksanakan ibadah puasa. Namun, ketenangan untuk menunaikan ibadah puasa pada Ramadhan 1440 H tampaknya belum bisa dirasakan warga jalur Gaza, Paleatina. Mereka diliputi was-was karena gempuran rudal dari militer Israel. 

      Tidak sedikit diantara mereka yang menjalankan ibadah puasa di dunia sementara berbuka disurga. Yang setiap menitnya harus mengutip serpihan-serpihan daging manusia. Yang setiap detiknya harus melewati kehidupan dengan jeritan lupa. Sungguh itu sangat tidak menyenangkan. Kemanakah para penguasa? Kemanakah perisai itu?

     

Pemimpin yang seharusnya berfungsi sebagai perisai dan pelindung bagi rakyatnya. Pemimpin yang mampu menghalangi/mencegah musuh dari mencelakai kaum muslimin. Pemimpin yang mampu menjaga ketaqwaan rakyatnya. Pemimpin seperti ini tidak akan pernah kita temui selama sistem yang diterapkan adalah sistem yang berasal dari manusia. Sistem yang mengusung paham Nasionalisme, yang menghancurkan persatuan kaum muslimin diseluruh dunia dengan sekat-sekat nasionalismenya. Yang menjauhkan kaum muslimin dari islam dengan pakam sekuler nya. Sehingga ke-2 Junnah (Perisai) ini takkan pernah terwujud kecuali dengan diterapkannya sistem yang berasal dari Sang Pencipta. Yang mengatur seluruh aspek kehidupan, yang akan senantiasa menjaga ketaqwaan setiap individu yang ada di negaranya. 

    

  Perisai ini telah terbukti mampu mensejahterakan umat manusia selama 13 abad. Menguasai dua pertiga dunia, menjamin dan memberikan keamanan untuk seluruh manusia dan memghentikan segala kejahatan yang mengintai. Yang dengannya islam sebagai Rahmatan Lil 'alamin akan kita dapatkan. Junnah (perisai) yang sangat dinanti-nanti. Junnah yang hanya akan terwujud dalam bingkai Daulah Khilafah.

Wallahu a'lam bishawab.

Posting Komentar

0 Komentar