Derita Ghaza Derita Kita

Oleh : Ummu Nadiatul haq*



Dalam Kumparannews.com 6 Mei 2019 diberitakan warga Ghaza Palestina digempur Israel pada awal Ramadhan.  Serangan dari tank dan rudal udara Israel mulai menggempur Ghaza sejak sabtu (4/5/2019).  Mereka berdalih serangan dilakukan sebagai bentuk balasan atas milisi Palestina yang menembakkan roket ke wilayah yang diduduki Israel yang mengakibatkan 4 warga negara Israel tewas dab 3 diantaranya adalah militer.  Militer Israel sudah menembak ke 320 titik di Ghaza.


Sungguh berita yang menyesakkan dada, derita Muslim Ghaza  Palestina pada Ramadhan tahun ini 1440 H kembali membuat Kita sedih, penderitaan mereka berlangsung di depan mata, muslim lain belum bisa dan belum mampu menjadi penolong menyaksikan kebrutalan Israel.  Para penguasa muslim terbelenggu dengan ikatan nasionalisme dan perjanjian rahasia dengan penjajah dan pendukungnya. 


Mereka seperti  orang-orang munafik yang mengaku muslim, padahal seharusnya seorang muslim sejati akan memahami makna muslim satu dengan lainnya seperti satu tubuh, ketika Satu bagian tubuh ada yang sakit, bagian tubuh yang lainnya juga akan merasakan sakit.  Tetapi saat ini perasaan itu sudah hilang karena terjebak dengan ikatan nasionalisme, ikatan kebangsaan yang sudah memecah persatuan kaum muslimin.  Sehingga sudah tidak merasakan lagi Satu tubuh.  Ikatan yang membuat mereka tidak peduli dengan urusan negara lain.


Dari peristiwa di Ghaza, di bulan Ramadan ini, semestinya membuat umat bersemangat, tidak ada jalan lain untuk mewujudkan kemuliaan umat hanya dengan menghapus sekat-sekat nasionalisme dan berjuang menyatukan tubuh kaum muslimin yang terpisah menjadi satu tubuh lagi yang kokoh, kuat dengan persatuan yang hakiki di bawah naungan khilafah Islam.


Oleh karena itu, kita umat Muslim yang memahami Ramadan adalah bulan istimewa, bulan yang Allah anugerahkan memiliki keutamaan untuk umat manusia, makhluk ciptaanNya.  Mari manfaatkan dengan sebaik-baiknya dengan mengisinya bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi mengisi dengan perjuangan untuk bisa mengembalikan Islam pada kondisi yang seharusnya, menjadi pemersatu umat di belahan bumi di dunia dan mampu menyelesaikan masalah muslim di belahan bumi lainnya.


*(Member Akademi Menulis Kreatif 4)

Posting Komentar

0 Komentar