Berlomba Lomba Meraih Keutamaan Laialatul Qadar.



Oleh : Ari Wiwin.

Pegiat Dakwah tinggal di Bandung

Tak terasa kita sedang menuju sepertiga malam terakhir Ramadhan. Sepertiga malam terakhir Ramadhan terjadi Lailatul Qadar, sebuah malam yang yang utama yang keutamaannya lebih baik dari seribu bulan. Itulah yang Allah SWT tegaskan.

Taukah kamu apakah Lailatul Qadar itu ? Lailatul Qadar itu adalah malam yang lebih baik dari seribu bulan (TQS al Qadar (97)2-3)


Tentang keutamaan menghidupkan Lailatul Qadar Rasullullah saw bersabda.

Siapa saja yang menghidupkan Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan pengharapan kepada Allah maka diampuni dosa dosanya yang telah lalu (HR al Bukhari dan Muslim) 


Begitu besarnya keutamaan Lailatul Qadar, Allah SWT merahasiakan keberadaan malam tersebut. Meski demikian Rasul SAW memberikan petunjuk bahwa Lailatul Qadar terjadi sepuluh malam terakhir Ramadhan.

Lailatul Qadar terjadi di sepuluh malam terakhir Ramadhan. Yang paling di harapkan Lailatul Qadar terjadi pada malam ke 27 Ramadhan. 


Dengan merenungkan betapa besarnya keutamaan menghidupkan Lailatul Qadar sudah sepantasnya setiap Muslim berhasrat dan bersungguh sungguh meraih keutamaan tersebut. Sebab dengan keutamaan yang lebih baik dari seribu bulan atau sekitar 83 tahun. Melampaui rata rata usia manusia akhir zaman. Namun demikian Lailatul Qadar bukanlah satu satunya keutamaan yang Allah SWT berikan kepada kaum Muslim. Banyak keutamaan lain yang Allah SWT berikan kepada hamba Nya. Bahkan melebihi keutamaan menghidupkan Lailatul Qadar. Rasullullah saw bersabda dalam sebuah hadis sahih. 

Berjaga jaga satu jam saja di medan jihat fi sabilillah adalah lebih baik daripada menghidupkan Lailatul Qadar di dekat Hajar Aswad (HR Ibn Hibban dan al Baihaqi). 

Namun amalan tersebut bisa dikalahkan oleh amalan jihad di jalan Allah SWT meski sekedar berjaga jaga cuma sebentar saja. 

Itulah mengapa para sahabat sangat antusias saat ada panggilan jihad. Mereka bersemangat menjemput mati syahid. Mereka bahkan rela meninggalkan momen malam pengantin seperti yang dilakukan oleh sahabat Hanzhalah ra. Ia menjemput syahid di jalan Allah. 

Bahkan di akhirat kelak, orang orang yang mati syahid berangan angan ingin hidup kembali dan kembali terbunuh sebagai syahid di jalan Allah. 


Jika demikian bagaimana caranya supaya kita bisa meraih pahala yang setara dengan jihad. Rasullullah saw telah mengajarkan satu hal yaitu dakwah dan amar makruf nahi mungkar khususnya kepada penguasa zalim. Itulah amal yang pahalanya setara dengan jihad. 

Alhasil selain fokus dan bersungguh sungguh meraih keutamaan Lailatul Qadar di sepertiga malam terakhir Ramadhan marilah kita terus menggelorakan semangat dakwah dan amar makruf nahi mungkar. Khususnya kepada penguasa zalim. Agar mereka mau menghentikan kezaliman mereka. Jika mereka tidak terima dan membinasakan kita justru di situlah kita Insya Allah meraih pahala syahid. Yang keutamaanya menghidupkan Lailatul Qadar.

Wallahu a' lam bi shawwab.

Posting Komentar

0 Komentar