Berbuka Ala Jepang Buat Kenyang Sampai Subuh


Oleh : Anna Ummu Maryam

(Pemerhati Media)

Ibadah puasa ternyata juga dikenal oleh masyarakat Jepang dan lebih dikenal dengan istilah Danjiki. Danjiki sendiri merupakan ajaran Buddhisme dan Shintoisme yang mengajarkan manusia untuk menahan diri dari makanan dan minuman.

Agama Islam diketahui untuk pertama kali oleh penduduk Jepang pada tahun 1877 sebagai sebagian pemikiran agama barat dan pada sekitar tahun itu, kehidupan Nabi Muhammad diterjemahkan dalam Bahasa Jepang.

Ini membantu agama Islam menempatkan diri dalam pemikiran intelek orang Jepang, tapi hanya sebagai satu pengetahuan dan pemikiran. 

Lagi satu hubungan yang penting dibuat pada tahun 1890 ketika Turki Usmaniyah mengirim utusan yang menumpang sebuah kapal yang dinamakan “Ertugrul” ke Jepang untuk tujuan menjalin hubungan diplomatik antara kedua negara serta untuk saling memperkenalkan orang Muslim dan orang Jepang
Dua orang Jepang Muslim.

Pertama yang diketahui ialah Shotaro dan diberi nam Abdul Halim Hoda (ada yang menyebutnya Abdul Khalil) yang diyakini memeluk Islam pada tahun 1909, serta Bumpachiro Ariga.

Yang pada masa yang lebih kurang sama telah pergi ke India untuk berdagang dan kemudian memeluk Islam di bawah pengaruh orang-orang Muslim di sana serta mengambil nama Ahmad Ariga. Itulah sedikit sejarah Islam di Jepang.

Kalau berbicara bulan Ramadhan di Jepang bertepatan dengan musim panas, dimana matahari terbit lebih awal dan terbenam lebih lama, yang menyebabkan waktu berpuasa di Jepang adalah 16 jam sehari. Di Jepang, sahur mulai pukul 02.00 dini hari, puasa dimulai pukul 03.00 dan berbuka puasa di pukul 19.00

masjid -masjid di Jepang menyajikan makanan khas dari berbagai negara secara gratis untuk menu berbuka.
Kita bisa merasakan tradisi berbuka puasa antar negara dan mencicipi makanan khasnya. Dilanjut dengan shalat magrib, shalat.

Tersedianya makanan yang banyak bagi yang berpuasa di Jepang adalah sebuah kebiasaan karena rentang waktu yang menyebabkan hal ini harus dilakukan.

Moments ramadhan memang membawa kesan tersendiri di setiap negari. Tak terkecuali di negara Jepang. Semoga ramadhan tahun ini semakin banyak non muslim  di Jepang yang tertarik untuk belajar Islam.

Posting Komentar

0 Komentar